Pagi hari seperti biasa,macet terjadi di kota Jakarta.
Tidak heran mengapa banyak siswa-siswa berangkat ke sekolah ketika habis subuh.
Tetapi hal itu berlaku pada Joni,Iwan, dan Steven,mereka bertiga bersahabat
mulai dari SMP sampai sekarang di SMA mereka masih bersahabat dengan
baik.Tetapi,mereka juga di cap sebagai ‘Bad boy’ oleh sebagian teman dan
gurunya. Mereka selalu datang ke kelas pada saat bel tanda masuk berbunyi.
Memang tidak terlambat,tetapi tidak selayaknya datang ke sekolah saat jam pelajaran
akan dimulai.
Saat itu hari Senin...entah mengapa anak sekolah
menganggap hari itu sebagai hari yang membosankan karena baru menikmati satu
hari berlibur,eh sudah masuk lagi. Begitu pula dengan ketiga sahabat itu,mereka
sebenarnya ingin tidak berangkat ke sekolah tetapi mereka tidak ingin kelewatan
upaca bendera di pagi hari sebelum kelas di mulai. Senakal-nakalnya
mereka,mereka tetap punya prinsip bahwa ‘nakal boleh,tapi jangan meninggalkan
kewajiban’.
Setelah melaksanakan upacara,mereka pun pergi ke kantin
untuk membeli minum dan kembali ke kelas. Saat berjalan ke kelas,tiba-tiba
muncul Riani yang notabene adalah siswi paling cantik di kelas mereka.
“Pagi Riani,mau ke kantin ya ? “Tanya Joni dan Iwan sambil tersenyum. Riani hanya
tersenyum tidak menjawab.
“Eh
Stev,nanti ada pr nggak ? “ Tanya Iwan sambil memegang pundak Steven.
“Emang
nanti jadwalnya apa bro ? “Jawab Steven heran. “Nggak Tahu juga bro” Jawab Iwan
sambil tertawa. Setelah sampai di kelas Iwan pun bercerita tentang kesukaannya terhadap
Riani ke Joni “Eh jon,gue suka nih sama
Riani”Kata Iwan sambil salah tingkah.
“Semua
orang juga suka kalik sama dia!” Jawab Joni sambil memalingkan muka.
“Jon,menurut
lo,gue cocok nggak ya sama dia ?“ Tanya Iwan sembari menulis nama Riani.
“Kalau
kata gue sih cewek terkadang suka sama orang yang tak terduga” Jawab Joni.
“Eh
Steve,menurut lo gimana ?“ Tanya Iwan
dengan muka penasaran.
“Gimana
apanya ?“ Jawab Steven.
“Riani
Steve !” Jawab Iwan kesal.
“Oh
Riani,dia cantik “ Jawab Steve dengan wajah yang polos.
“Gue
juga tahu,cocok nggak sama gue ?” Tanya iwan lagi. Belum sempat Steven menjawab
Bu Lina sudah datang untuk mengajar. Mereka bertiga selalu duduk di bangku
paling belakang,sedangkan Riani berada pada bangku paling depan.
Selama pelajaran Iwan selalu membayangkan dirinya bisa
menjadi pria idaman Riani,Iwan pun mengubah style nya agar Riani tertarik
kepadanya.Mulai dari rambut sampai kaki di rubah agar terlihat menarik di
hadapan Riani. Joni setia membantu Iwan,sedangkan Steven tak mau membantu
karena menurutnya itu tidak penting. Menurut Steven cinta sejati bukan karena
penampilan melainkan karen rasa nyaman.
Arin,sahabat Riani diam-diam menyukai Steven sejak hari
pertama kelas dimulai tetapi ia tidak mau mengutarakan perasaannya kepada Steven.
Kelas begitu sepi karen waktu itu jam istirahat tiba. Di kelas hanya ada Steven
yang tertidur dan Arin yang sedang mengerjakan soal-soal yang ada di buku.
Steve terbangun dan tiba-tiba ia melihat kecoa yang ada di dekat Arin. “Kecoa !” Teriak Steve terkejut. Arin yang
takut pun kaget dan langung memeluk Steve yang ada di dekatnya sambil menangis.
“Tenang,kecoanya sudah pergi” Kata Steve sambil menenangkan Arin yang masih
takut dengan hewan kecil tersebut.
“Maaf ya Steve” Kata Arin sambil melepaskan pelukannya.
Disisi lain Arin sangat senang karena telah memeluk Steven walaupun tidak
sengaja. Bel berbunyi dan semua siswa kembali masuk ke kelas,namun Riani belum
datang juga. Arin mencemaskan sahabatnya karena belum datang juga. Tak hanya
Arin,Iwan yang tahu Riani belum masuk kelas pun khawatir dengan keberadaan Riani.
Tak lama kemudian ada suara ketukan pintu yang mengagetkan. Arin berharap itu
adalah sahabatnya,ya benar saja itu adalah Riani yang kembali dengan muka yang
tidak seperti biasanya. Ia seperti habis menangis karena matanya berkaca-kaca
“Hai
Riani,kamu kenapa ?” Tanya Arin yang penasaran.
“Aku
nggak papa kok rin” Jawab Riani dengan tersenyum.
Arin
penasaran kenapa Riani menangis dan apa yang di tangisi Riani. Arin berpikir
Riani menangis karena bertemu kecoa seperti yang di temui Arin tadi ketika
istirahat.
Riani hanya menoleh kebelakang untuk waktu yang agak
lama,entah apa yang Riani lihat.Arin berfikir Riani melihat Iwan yang ada di
belakang bersama Steven dan Jono.
Iwan
yang melihat Riani menatap ke belakang langsung menanyai Riani
“Riani,kamu lihat aku ya ?” Tanya Iwan dengan percaya
diri. Riani pun kaget dan langsung melihat ke depan lagi. Bel pulang sekolah
yang di nantikan pun datang Iwan,Jono dan Steve pun pulang bersamaan. Ketika sampai
di gerbang tiba-tiba Steve teringat sesuatu,ia lupa membawa buku yang di taruh
di laci mejanya,ia pun menyuruh kedua sahabatnya untuk pergi duluan. Steve yang
kembali ke kelas melihat Riani yang sedang mundar-mandir di depan kelas seperti
sedang memikirkan sesuatu yang penting.
“Hai
Riani,kok belum pulang?” Tanya Steve dengan terbata-bata. Riani yang melihat
Steve pun langsung pergi meninggalkannya. Steve mengambil bukunya di laci dan
segera meninggalkan kelas.
Selasa itu sekolah libur karena tanggal merah,ketiga
sahabat itu mengisi waktu dengan bersantai di Monas yang tak jauh dari rumah
mereka.Tentu saja mereka membicarakan wanita. “Eh Steve,lo sebenarnya suka sama
siapa sih ?” Tanya Iwan penasaran.
“Emang
kenapa bro ?” Tanya Steve ke Iwan.
“Awas
aja kalo suka sama Riani,gue jitak lo!” Jawab Iwan dengan bercanda.
“Nggak
mungkin lah,palingan juga sama Arin” Tambah Jono sambil tertawa.
Steve hanya tersenyum memalingkan muka ke arah pengunjung
yang memadati Monas sore itu. Mereka kemudian memutuskan untuk berolahraga
sebentar dengan lari-lari kecil menuju rumah mereka.Sebelum sampai rumah,Steve
menyempatkan diri untuk membeli minum di Alfamart dekat rumahnya. Disana tak
sengaja Steve bertemu dengan Arin yang mana ia adalah anak kos yang harus
membeli kebutuhannya sehari-hari.
“Hai
Steve,kebetulan sekali ya ?” Sapa Arin dengan wajah gembira.
“Hai
Arin,iya bisa jadi” Jawab Steve dengan tersenyum.
“Dunia
terasa lebih sempit ya.O iya aku kesini dengan Riani tapi mungkin ia sedang
mencari belanjaannya di bagian lain” Arin mencoba memberi kode kepada Steve.
“Sepertinya
aku harus pulang karena hari sudah malam” Jawab Steve dengan buru-buru berjalan
keluar.
Rabu itu cuaca sangat cerah dan kelas kembali
dimulai,sejak pelajaran pertama Steve terus memikirkan sesuatu,ya benar saja
Steve memikirkan permintaan temannya agar tidak menyukai Riani.Steve sangat
sensitif bila berbicara soal wanita. Saat istirahat tiba, Steve pergi ke kamar
mandi,ia menangis memikirkan Riani dan sahabatnya sendiri, Iwan. Steve bingung
harus memilih cinta atau persahabatan ,ia tak mau kehilangan orang yang di
cintainya. Di sisi lain ia tidak mau kehilangan sahabatnya sejak SMP. Steve pun
keluar dengan mata berkaca-kaca. Tak di duga Riani pun berada di kamar mandi
sebelah yang di tempati Steve. Begitu melihat Riani,Steve langsung menggandeng
Riani dan membawanya ke taman sekolahnya. Disitu Steve mengatakan perasaannya
kepada Riani. Selama ini Steve diam karena tak mau menyakiti hati Iwan
temannya. Namun Steve juga tak mau kehilangan orang yang ia cintai. Tak
disangka selama ini Riani sangat menyukai Steve.Ia bercerita saat Iwan dan Jono
menegurnya di kantin dan Riani hanya tersenyum ke Steve,bukan ke mereka berdua.
Riani juga mengaku menangis di kamar mandi setelah melihat Arin memeluk Steve
di kelas sampai ia terlambat memasuki kelas sekalipun.Riani juga sering melihat
kebelakang,kearah Steve walaupun Steve tidak melihat hal itu.
Setelah itu mereka berdua berjalan ke kelas bergandengan
tangan. Ia tak peduli Iwan dan Arin marah karena mereka yakin cinta butuh
pengorbanan. Iwan yang tahu mereka berdua berpacaran langsung bicara “Bro
selamat ya,ternyata omongan Joni bener juga. Lo inget nggak dia pernah bilang ,
cewek terkadang suka sama orang yang tak terduga” Kata Iwan dengan lantang.
Steven percaya,bahwa rasa nyaman lah yang membuat Riani
tak mau kehilangan dirinya.
©Adamrosada(Yogyakarta)



0 comments:
Post a Comment