Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Saturday, October 29, 2016

Cerpen Remaja SMA - NYAMAN

Pagi hari seperti biasa,macet terjadi di kota Jakarta. Tidak heran mengapa banyak siswa-siswa berangkat ke sekolah ketika habis subuh. Tetapi hal itu berlaku pada Joni,Iwan, dan Steven,mereka bertiga bersahabat mulai dari SMP sampai sekarang di SMA mereka masih bersahabat dengan baik.Tetapi,mereka juga di cap sebagai ‘Bad boy’ oleh sebagian teman dan gurunya. Mereka selalu datang ke kelas pada saat bel tanda masuk berbunyi. Memang tidak terlambat,tetapi tidak selayaknya datang ke sekolah saat jam pelajaran akan dimulai.
Saat itu hari Senin...entah mengapa anak sekolah menganggap hari itu sebagai hari yang membosankan karena baru menikmati satu hari berlibur,eh sudah masuk lagi. Begitu pula dengan ketiga sahabat itu,mereka sebenarnya ingin tidak berangkat ke sekolah tetapi mereka tidak ingin kelewatan upaca bendera di pagi hari sebelum kelas di mulai. Senakal-nakalnya mereka,mereka tetap punya prinsip bahwa ‘nakal boleh,tapi jangan meninggalkan kewajiban’.
Setelah melaksanakan upacara,mereka pun pergi ke kantin untuk membeli minum dan kembali ke kelas. Saat berjalan ke kelas,tiba-tiba muncul Riani yang notabene adalah siswi paling cantik di kelas mereka.
 “Pagi Riani,mau ke kantin ya ? “Tanya  Joni dan Iwan sambil tersenyum. Riani hanya tersenyum tidak menjawab.
“Eh Stev,nanti ada pr nggak ? “ Tanya Iwan sambil memegang pundak Steven.
“Emang nanti jadwalnya apa bro ? “Jawab Steven heran. “Nggak Tahu juga bro” Jawab Iwan sambil tertawa. Setelah sampai di kelas Iwan pun bercerita tentang kesukaannya terhadap Riani ke Joni  “Eh jon,gue suka nih sama Riani”Kata Iwan sambil salah tingkah.
“Semua orang juga suka kalik sama dia!” Jawab Joni sambil memalingkan muka.
“Jon,menurut lo,gue cocok nggak ya sama dia ?“ Tanya Iwan sembari menulis nama Riani.
“Kalau kata gue sih cewek terkadang suka sama orang yang tak terduga” Jawab Joni.
“Eh Steve,menurut lo gimana ?“ Tanya Iwan  dengan muka penasaran.
“Gimana apanya ?“ Jawab Steven.
“Riani Steve !” Jawab Iwan kesal.
“Oh Riani,dia cantik “ Jawab Steve dengan wajah yang polos.
“Gue juga tahu,cocok nggak sama gue ?” Tanya iwan lagi. Belum sempat Steven menjawab Bu Lina sudah datang untuk mengajar. Mereka bertiga selalu duduk di bangku paling belakang,sedangkan Riani berada pada bangku paling depan.
Selama pelajaran Iwan selalu membayangkan dirinya bisa menjadi pria idaman Riani,Iwan pun mengubah style nya agar Riani tertarik kepadanya.Mulai dari rambut sampai kaki di rubah agar terlihat menarik di hadapan Riani. Joni setia membantu Iwan,sedangkan Steven tak mau membantu karena menurutnya itu tidak penting. Menurut Steven cinta sejati bukan karena penampilan melainkan karen rasa nyaman.
Arin,sahabat Riani diam-diam menyukai Steven sejak hari pertama kelas dimulai tetapi ia tidak mau mengutarakan perasaannya kepada Steven. Kelas begitu sepi karen waktu itu jam istirahat tiba. Di kelas hanya ada Steven yang tertidur dan Arin yang sedang mengerjakan soal-soal yang ada di buku. Steve terbangun dan tiba-tiba ia melihat kecoa yang ada di dekat Arin.   “Kecoa !” Teriak Steve terkejut. Arin yang takut pun kaget dan langung memeluk Steve yang ada di dekatnya sambil menangis. “Tenang,kecoanya sudah pergi” Kata Steve sambil menenangkan Arin yang masih takut dengan hewan kecil tersebut.
“Maaf ya Steve” Kata Arin sambil melepaskan pelukannya. Disisi lain Arin sangat senang karena telah memeluk Steven walaupun tidak sengaja. Bel berbunyi dan semua siswa kembali masuk ke kelas,namun Riani belum datang juga. Arin mencemaskan sahabatnya karena belum datang juga. Tak hanya Arin,Iwan yang tahu Riani belum masuk  kelas pun khawatir dengan keberadaan Riani. Tak lama kemudian ada suara ketukan pintu yang mengagetkan. Arin berharap itu adalah sahabatnya,ya benar saja itu adalah Riani yang kembali dengan muka yang tidak seperti biasanya. Ia seperti habis menangis karena matanya berkaca-kaca
“Hai Riani,kamu kenapa ?” Tanya Arin yang penasaran.
“Aku nggak papa kok rin” Jawab Riani dengan tersenyum.
Arin penasaran kenapa Riani menangis dan apa yang di tangisi Riani. Arin berpikir Riani menangis karena bertemu kecoa seperti yang di temui Arin tadi ketika istirahat.
Riani hanya menoleh kebelakang untuk waktu yang agak lama,entah apa yang Riani lihat.Arin berfikir Riani melihat Iwan yang ada di belakang bersama Steven dan Jono.
Iwan yang melihat Riani menatap ke belakang langsung menanyai Riani
“Riani,kamu lihat aku ya ?” Tanya Iwan dengan percaya diri. Riani pun kaget dan langsung melihat ke depan lagi. Bel pulang sekolah yang di nantikan pun datang Iwan,Jono dan Steve pun pulang bersamaan. Ketika sampai di gerbang tiba-tiba Steve teringat sesuatu,ia lupa membawa buku yang di taruh di laci mejanya,ia pun menyuruh kedua sahabatnya untuk pergi duluan. Steve yang kembali ke kelas melihat Riani yang sedang mundar-mandir di depan kelas seperti sedang memikirkan sesuatu yang penting.
“Hai Riani,kok belum pulang?” Tanya Steve dengan terbata-bata. Riani yang melihat Steve pun langsung pergi meninggalkannya. Steve mengambil bukunya di laci dan segera meninggalkan kelas.
Selasa itu sekolah libur karena tanggal merah,ketiga sahabat itu mengisi waktu dengan bersantai di Monas yang tak jauh dari rumah mereka.Tentu saja mereka membicarakan wanita. “Eh Steve,lo sebenarnya suka sama siapa sih ?” Tanya Iwan penasaran.
“Emang kenapa bro ?” Tanya Steve ke Iwan.
“Awas aja kalo suka sama Riani,gue jitak lo!” Jawab Iwan dengan bercanda.
“Nggak mungkin lah,palingan juga sama Arin” Tambah Jono sambil tertawa.
Steve hanya tersenyum memalingkan muka ke arah pengunjung yang memadati Monas sore itu. Mereka kemudian memutuskan untuk berolahraga sebentar dengan lari-lari kecil menuju rumah mereka.Sebelum sampai rumah,Steve menyempatkan diri untuk membeli minum di Alfamart dekat rumahnya. Disana tak sengaja Steve bertemu dengan Arin yang mana ia adalah anak kos yang harus membeli kebutuhannya sehari-hari.
“Hai Steve,kebetulan sekali ya ?” Sapa Arin dengan wajah gembira.
“Hai Arin,iya bisa jadi” Jawab Steve dengan tersenyum.
“Dunia terasa lebih sempit ya.O iya aku kesini dengan Riani tapi mungkin ia sedang mencari belanjaannya di bagian lain” Arin mencoba memberi kode kepada Steve.
“Sepertinya aku harus pulang karena hari sudah malam” Jawab Steve dengan buru-buru berjalan keluar.


Rabu itu cuaca sangat cerah dan kelas kembali dimulai,sejak pelajaran pertama Steve terus memikirkan sesuatu,ya benar saja Steve memikirkan permintaan temannya agar tidak menyukai Riani.Steve sangat sensitif bila berbicara soal wanita. Saat istirahat tiba, Steve pergi ke kamar mandi,ia menangis memikirkan Riani dan sahabatnya sendiri, Iwan. Steve bingung harus memilih cinta atau persahabatan ,ia tak mau kehilangan orang yang di cintainya. Di sisi lain ia tidak mau kehilangan sahabatnya sejak SMP. Steve pun keluar dengan mata berkaca-kaca. Tak di duga Riani pun berada di kamar mandi sebelah yang di tempati Steve. Begitu melihat Riani,Steve langsung menggandeng Riani dan membawanya ke taman sekolahnya. Disitu Steve mengatakan perasaannya kepada Riani. Selama ini Steve diam karena tak mau menyakiti hati Iwan temannya. Namun Steve juga tak mau kehilangan orang yang ia cintai. Tak disangka selama ini Riani sangat menyukai Steve.Ia bercerita saat Iwan dan Jono menegurnya di kantin dan Riani hanya tersenyum ke Steve,bukan ke mereka berdua. Riani juga mengaku menangis di kamar mandi setelah melihat Arin memeluk Steve di kelas sampai ia terlambat memasuki kelas sekalipun.Riani juga sering melihat kebelakang,kearah Steve walaupun Steve tidak melihat hal itu.
Setelah itu mereka berdua berjalan ke kelas bergandengan tangan. Ia tak peduli Iwan dan Arin marah karena mereka yakin cinta butuh pengorbanan. Iwan yang tahu mereka berdua berpacaran langsung bicara “Bro selamat ya,ternyata omongan Joni bener juga. Lo inget nggak dia pernah bilang , cewek terkadang suka sama orang yang tak terduga” Kata Iwan dengan lantang.

Steven percaya,bahwa rasa nyaman lah yang membuat Riani tak mau kehilangan dirinya.

                                                                                               ©Adamrosada(Yogyakarta)

0 comments:

Post a Comment