Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Monday, July 25, 2016

Hangat Di Luar,Bukan Di Dalam

Masa SD merupakan masa yang paling menyenangkan bagi sebagian orang,termasuk gue. Kenapa gue bilang gitu?. Ya karena di masa itu lah kita masih polos dalam bermain tidak memikirkan gengsi sesama teman. Di masa itu juga kita mengenal berbagai macam permainan tradisional yang bisa di mainkan beramai-ramai. Di masa itu juga kita belum terfikir untuk melakukan hal yang tidak senonoh. Bahkan pada jaman gue dulu mungkin beberapa permainan sudah banyak tidak di mainkan oleh anak-anak SD jaman sekarang. Di situ gue merasa sedih(serius).


SD gue berada di suatu daerah timur yang ada di Yogyakarta. Disana gue belajar bersama anak-anak yang berasal dari berbagai daerah. Ada yang asli sana,ada yang dari sisi timur ,ada yang dari sisi selatan,utara dan juga barat. Pokoknya lengkap deh disana....
Pembelajaran biasanya dimulai pukul 7 pagi yang di tandai dengan bel pertanda masuk kelas. Setiap pagi biasanya gue berangkat jam 6  dan sampai 10 menit kemudian. Cukup dekat memang. By the way gue pake sepeda loh ya. Jaman SD mah seneng banget kalo disuruh sepedaan. Bahkan di perumahan gue sering banget kita sepedaan bareng dihari minggu pagi.


Gue sering banget relain gak sarapan di rumah cuma buat beli makanan pedesaan yang di jual oleh seorang nenek yang dikenal sebagai mbah Yem  yang mana sampe sekarang masih sehat walafiat. Harganya yang murah serta rasanya yang khas menjadikan gue seneng banget bisa makan makanan pedesaan tersebut. Tenang aja sob,walaupun harganya murah tapi porsi yang di sajikan sama seperti nasi padang...buanyak. Lauk yang di sajikan tak banyak,dulu lauk gorengan saja sudah menggoyangkan lidah saat memakannya. Gue gak sendiri,biasanya gue bareng Sandi temen yang juga biasa berangkat pagi dan sarapan di warung milik mbah Yem tersebut.


Jaman gue dulu sebelum siswa di persilahkan masuk,guru menyuruhnya untuk baris terlebih dahulu di depan kelas. Prinsipnya yang rapi dan diem gak banyak omong boleh masuk duluan ke kelas. Bukan berarti yang banyak omong saat baris ga boleh masuk loh ya,kesian amat kan kesannya. Maklumlah anak SD yang seringnya bercanda dan bermain jadi ya tetep boleh masuk cuman di pending dulu gitu biar diem dulu,hehe.


Siang itu hujan tampak turun  sehingga banyak pedagang yang mencari peluang dengan menjajakan aneka makanan yang hangat. Salah satunya ada pedagang yang menjajakan soto dengan menggunakan mangkok dan piring kecil berwarna-warni. Gue pun ingin menikmati soto tersebut,tapi teman-teman mengajak untuk sholat terlebih dahulu,oke deh gue sholat. Setelah berwudhu dengan cepatnya gue pun langsung masuk ke dalam masjid yang ada di dekat SD waktu itu. Sholat pun menjadi tidak khusuk karena membayangkan soto hangat bermangkok warna-warni tersebut.


Di kepala hanya memikirkan dan terus memikirkan soto hangat tersebut. Setelah salam pertanda sholat selesai gue pun langsung lari dengan semangat.
Gubraakkk!!... Sial! Gue menabrak pintu yang berbentuk kaca transparan. Rasa malu menyelimuti perasaan gue saat itu karena yang sholat ada banyak sekali tidak hanya siswa SD saja tetapi juga warga sekitar. Gue hanya bisa tersenyum kecil diantara para orang yang menertawakan gue. Untung pintu yang berbentuk kaca transparan itu gak pecah. Minimal gue udah aman lah ya..
Setelah mengenakan sepatu gue pun langsung membeli soto hangat tersebut. 


Sayangnya,hanya tersisa piring karena mangkoknya sudah habis di pakai siswa lain. Mau gimana lagi udah kepengen banget soalnya. Gue pun membayar dan membawa piring plastik berisi soto hangat tersebut menuju kelas untuk di makan. Karena hujan,tempat yang sempit dan banyak nya siswa yang berada di sana gue pun cukup kesulitan untuk membawa piring hangat tersebut. Kalau pake mangkok mah masih enak bawanya..la ini piring sob. Puncaknya saat gue melewati lorong sempit yang di lewati siswa untuk menuju kelas maupun menuju tempat pedagang menjajakan dagangannya tersebut. Dari depan ada yang mau lewat,gue pun memundurkan badan. Oke untuk itu aman. Karena hujan jalanan menjadi licin,kaki yang tadinya kokoh malah kepleset.
'Ehhhh!!' Teriak gue sambil menjatuhkan piring berisi soto hangat tersebut. Air hujan yang sudah membasahi tubuh dari awal malah di tambah dengan kuah soto yang hangat melekat di badan gue. Lengkap sudah kamvret moment pada saat itu.


Semua itu salah gue,karena menginginkan sesuatu gue menjadi buta dengan meremehkan kewajiban gue sebagai orang muslim. Gue sholat engga khusuk dan langsung pergi tidak berdoa terlebih dahulu. Hasilnya gue menabrak pintu kaca transparan tersebut. Ditambah lagi dengan kuah soto yang cukup menghangatkan badan,bukan hangat di dalam malah hangat diluar. 



















Sunday, July 24, 2016

Hewan Peliharaan : Pemilik Yang Bertanggung Jawab

Hewan peliharaan bisa di bilang sebagai teman baik disaat kita sedang merasa sepi. Bahkan ada yang menjadikan hewan peliharaan sebagai teman hidup. Kesetiaannya kepada pemilik membuat kita menjadi terharu. Bahkan beberapa tahun yang lalu disuatu negara,ada seekor anjing yang rela menunggu majikannya di suatu stasiun kereta api hingga bertahun-tahun menanti majikannya yang entah berada dimana. Anjing tersebut terakhir kali bersama pemiliknya di stasiun tersebut. Pemilik anjing tersebut meninggalkan peliharaannya sendirian disana. Anjing yang hanya memiliki majikan,dan mungkin sudah memiliki hubungan erat dengan sang pemilik hanya bisa menunggu kepulangan dari majikannya.

Setelah bertahun-tahun menunggu,pemiliknya tidak kunjung datang dan menjemput pulang anjing nya. Sang anjing akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di suatu jalan yang ada di stasiun tersebut. Hal itu membuktikan kepada kita,bahwa peliharaan dan pemilik mempunyai perasaan untuk saling menjaga  satu sama lain dan tidak ingin kehilangan satu sama lain. Apakah gue punya peliharaaan ? .. Jawaban gue,dulu banyak. 

Dari kecil gue mempunyai banyak sekali hewan peliharaan. Pernah gue memelihara seekor cicak yang pada saat itu masih imut dan banyak sekali. Dia gue kasih nama Felix. Kaki nya yang lengket membuat dia cukup nyaman dibawa. Dia gue beri kandang dan makan berupa laron setiap hari,kebetulan itu adalah musim hujan yang dimana lazimnya setelah hujan reda laron tampak banyak memasuki rumah dan mendekati lampu yang terang. Ngomong-ngomong soal laron,entah mengapa sekarang gue udah jarang banget menemui hewan tersebut. Entah masih atau tidak nya hewan tersebut gue gak tau. Yang pasti gue kangen banget sama hewan laron yang mengingatkan gue saat masa kecil.

Entah kalian tahu tidak gimana bentuknya laron tersebut,tapi gue kira kalian tau lah ya(iyakan?). Laron pada jaman dulu bisa kita makan,beneran deh tetangga gue pernah menggoreng laron tersebut dan menjadikannya peyek. Gue juga udah pernah nyobain dan itu...tidak enak. Mendingan kalian memakan peyek teri atau peyek kacang saja dari pada makan peyek laron. Back to topik... Felix yang malam itu terlihat lemas sekali langsung gue carikan laron di luar rumah. Diapun terlihat cukup lemas saat memakannya. Lalu gue keluarin dari kandangnya dan langsung mengeluarkannya. Pas gue keluarin tiba-tiba dia kabur dan gue kejar. Gue pegang buntutnya dan apa yang terjadi?,kalau kalian ngira ekornya putus,kalian benar sekali. Gue saat itu histeris melihat terputusnya ekor cicak tersebut dan merasa bersalah. Gue berfikir Felix akan kehabisan darah dan meninggal saat berhasil kabur tadi.

Karena merasa bersalah,gue pun tidak lagi ingin memelihara seekor cicak. Oiya entah kenapa sekarang gue juga jarang ngeliat cicak di ternit-ternit rumah.Semoga masih ada sampai sekarang.
Kepergian Felix membuat gue kembali ingin mempunyai hewan peliharaan. Sore itu gue sedang bermian di pohon dekat rumah. Gue melihat seekor bunglon yang sedang gagal berkamuflase di dahan pohon yang berwarna coklat. Gue pun langsung mengambil rafia dan menangkapnya. Entah bego atau kurang pinter,gue memlihara seekor bunglon liar yang cukup besar. Gue ikat badannya dengan menggunakan tali rafia di pohon.

Suatu siang setelah gue pulang dari sekolah,ternyata bunglon yang belum sempat gue beri nama itu hilang. Sampai sekarang gue gak tahu dimana sebenarnya dia menghilang. Felling gue sih bunglon tadi di lepaskan oleh dermawan yang tidak tega melihatnya terikat di pohon. Itu kali kedua gue gagal menjadi majikan yang baik bagi hewan peliharaan. Sore harinya gue berkumpul dengan teman-teman yang mengajak untuk mencari ikan-ikan kecil di sungai kecil yang ada di pinggir jalan. Kami turun dengan menggunakan jaring untuk mencari ikan-ikan kecil yang ada di sana. Setelah sekian lama,gue melihat ternyata di sana juga terdapat banyak kepiting kecil atau disebut sebagai yuyu. Gue berfikiran untuk menangkapnya dan membawanya kerumah.

Ada sekitar 10 sampai 15 yuyu yang gue bawa pulang dan berniat untuk memeliharanya dalam sebuah aquarium bekas ikan yang berbentuk kotak seperti kardus mie instan. Gue kasih air dan makan berupa nasi yang langsung gue masukin ke dalam aquarium tersebut. Pagi harinya gue mencium bau yang cukup menyengat yang berasal dari bawah meja. Tebakan gue betul,itu adalah bau yang berasal dari aquarium berisi belasan yuyu yang melayang-layang di permukaan. Nasi yang terlalu banyak tampak berada di bagian bawah dari aquarium. Air yang sudah berubah warna menjadi gelap menjadi pemandangan tersendiri. Baunya itu khas banget sob,sumpah kalau tidak percaya rasain sendiri aja..hmmmm....sedaaapppp...hehehe..

Di situ gue mulai sadar suatu hal,ada yang boleh dan layak kita pelihara dan ada yang tidak layak untuk kita pelihara. Jangan aneh-aneh kayak gue sob,kasian kan pada mati dan hilang semuanya. Bersyukurlah kepada kalian yang mempunyai hewan peliharaan yang setia dan layak untuk kita  jaga. Jangan pelihara hewan yang di larang juga ya,misal melihara gajah sumatra..kan gak mungkin. Sampai sekarang gue belum mempunyai hewan peliharaan sebagai teman dalam kesepian dan kesedihan. Karena gue belum siap mempunyai tanggung jawab dalam merawat hewan peliharaan yang gue pelihara nanti. So,kalian kalau mau memelihara hewan juga harus siap dalam merawat dan menjaga hewan peliharaan kalian nanti,jadilah pemilik yang bertanggung jawab.


Lelaki Kardus

Ada setidaknya orang yang ditakutkan di lingkungan anda. Di perumahan gue dulu,ada seorang lelaki yang aslinya baik tapi ditakuti oleh banyak anak disana. Di takuti bukan berarti dalam hal perkelahian,tetapi dalam hal mental dan sikap. Kenapa gue bilang baik,ya karena seorang laki-laki tersebut tidak sepenuhnya bersalah. Keadaan fisik yang kurang sempurna akibat suatu kecelakaan yang sudah terjadi kurang lebih 5 tahun dari hari itu,menjadi salah satu penyebab mental,sikap sertaa fisiknya terganggu.

Pria itu bernama Bima. Hampir semua anak yang rata-rata adalah seorang pelajar SD yang takut kepadanya. Hanya sebagian yang pernah ataupun sering bertemu dengannya bahkan sampai mengobrol,dan ada sebagian yang tahu hanya karena mulut ke mulut. Gue adalah orang yang sering,dan bahkan pernah mengobrol bersama Bima. Umur kami cukup terpaut jauh,saat itu gue berumur 9 tahunan dan Bima berumur sekitar 16 tahunan,cukup jauh memang.

Siang itu gue bermain monopoli di salah satu rumah temen gue yang bernama Ninda,yap tul dia cewek. Tapi jangan salah sangka loh ya,gue bermain beramai-ramai tidak hanya berdua. Mungkin hari itu ada sekitar 4 orang yang bermain bersama kita. Rumah Ninda di penuhi dengan permainan-permainan yang lazimnya di mainkan oleh anak SD pada zaman itu. Tidak hanya monopoli kita juga bermain permainan yang dahulu bernama dakon. Permainannya cukup simpel tapi memang harus mempunyai keahliann untuk memainkannya. Mungkin permainan itu sekarang sudah jarang dimainkan ya,karena ya sekarang anak-anak SD lebih sibuk dengan gadgednya masing-masing(udahcanggihcoy).

Oiya,temen-temen gue yang ikut main tadi bernama Ari,Angga,dan Rizki. Mereka semua cowok tulen(asli). Praktis Ninda yang cewek sendiri dalam tongkrongan kita(woow). Siang itu kita mendadak menjadi miliarder bahkan menjadi Pemilik dari beberapa Kota  di dunia. Kita bisa menjual kota tersebut dan menukarnya dengan kota lain dengan harga yang bagi kami cukup murah. Kami tidak bekerja cukup keras,hanya melemparkan dadu saja sudah bisa mempunyai salah satu Kota yang kita inginkan. Namun siang itu juga kita mendadak bisa menjadi Napi karena harus masuk penjara dengan alasan yang tidak diketahui. Namun tetap saja,itu hanya permainan belaka. Gue sih berharap kedepannya ada permainan monopoli dengan bentuk yang nyata dan rasional. Tapi harapan gue itu sepertinya tidak rasional untuk di wujudkan. So,gue batalin harapkan tersebut. hehehe.

Tak terasa kami bermain cukup lama. Waktu menunjukan pukul 3 sore dan itu artinya gue harus menunaikan ibadah ashar terlebih dahulu(muslimsob). Setelah sholat ashar gue pun langsung kerumah Yasir untuk mengajaknya bermian sepakbola di Fasum/lapangan  yang ada di perumahan gue. Satu persatu temen kita ajak untuk bermain bersama. Terkumpulah sekitar 8 orang untuk dibagi menjadi 2 tim. Permainan pun kita mulai dengan di tandai dengan sempritan wasit yang dilakukan dengan mulut gue. Iya pake mulut bukan pake peluit. Priiiiittttt..... Dimulailah sepakbola pada sore hari itu. Setelah bermain selama kurang lebih 1 setengah jam,permainan pun berakhir karena Andi,temen gue dipanggil nyokap nya untuk mandi sore. Dulu mah main sepakbola berhentinya kalo gak gitu ya paling nunggu adzan magrib aja. Kalo engga ya salah satu dari kita ada yang berkelahi,maklumlah masih pada SD. wkwkw..

Dengan berakhirnya permainan tersebut gue pun pulang dan melihat kotak besar yang berada di depan warung gue. Iya gue dulu buka warung kelontong kecil-kecil an. Setelah gue cek ternyata Orangtua gue beli kulkas baru karena kulkas yang lama sudah terlalu lama sendiri(jones). Becanda sob,kulkas lamanya udah rusak kok. Gue pun seneng sekali melihat kerdus berukuran besar yang sangat kokoh. Gue pun mengambil kursi unuk memanjat dan masuk kedalam kardus besar tersebut. Yeaahhh gue udah didalem kardus. Tak lama kemudian datang Bima dengan di tandai dengan suara sandal yang di seret,gue udah hafal banget sama suara seretan sandal dari kaki Bima.

'Buk,beli rokok!' ucap Bima dengan nada yang cukup tinggi.
Gue pun hanya bisa diam dan tak berani untuk keluar dari kardus besar tersebut. Bima pun tak tahu kalo gue ada didalam situ. Sekarang gue udah ngerasa seperti lelaki kardus sesungguhnya. Setelah dirasa Bima telah pergi,gue pun langsung keluar dengan mendorong kardus tersebut dengan sekuat-kuatnya sehingga jatuh lah kardus itu ke bawah Gubrakkk!! .... Gue pun dengan tergesa-gesa berusaha lari dan keluar. Namun firasat gue salah,Bima belum pergi dari rumah gue. Ternyata dia masih menunggu didepan warung  dan hanya diam karena mungkin dia merasa aneh dengan kardus besar tersebut.

Gue yang terdiam sebentar bertatap-tatapan dengan Bima,langsung berlari menjauhi rumah dan lari dengan kencang.
'Wooooyy!!' teriak Bima dengan keras disaat gue lari.
Mungkin Bima merasa kaget atau entah gimana gue gak tau dan tidak mau tahu.

Beberapa hari kemudian gue bermain kapal-kapalan menggunakan botol di kali kecil samping rumah. Bima datang dengan raut wajah yang tidak muram seperti biasanya. Gue pun waktu itu tidak merasa takut dan tetap bermain kapal-kapalan walaupun dengan persaaan sedikit was-was. Bima lalu mendekati gue dan langsung duduk disamping gue bermian. Raut wajah senang yang di tandai dengan senyuman kecil nampak pada wajahnya  kala itu.
'Aku tu gak punya temen e' Ucap Bima dengan senyuman kecil
Gue kaget mendengar perkataan dia yang kali ini tidak galak seperti biasanya gue pun mulai menanggapi perkataan bima tersebut dan kita pun mengobrol. Perbedaan umur yang lumayan jauh tidak membuat bima canggung mengobrol dengan gue.

Bima yang dikenal dengan kegalakannya nampak santai pada sore itu. Hal ini dapat gue simpulkan bahwa fisik dia yang tidak sempura seperti orang kebanyakan membuat mentalnya menjadi buas dan menyeramkan. Tapi itu semua bukan salah dia juga. Orang-orang yang sudah terlanjur mempunyai prasangka buruk terhadapnya juga membawa dampak bagi mental seorang Bima.

Jangan melihat orang dari covernya saja,...Mungkin itu kalimat yang pantas kita renungkan. Memang bagi Bima,itu sudah telat untuk kita berbuat baik kepadanya. Mental yang sudah terganggu sangat sulit untuk bisa diubah. Mungkin ini sedikit pembelajaran bagi kita supaya berbuat baik dengan orang yang bahkan belum kita kenal. Jangan mudah percaya dengan perkataan orang lain sebelum kita mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

Saturday, July 23, 2016

Bencana Alam : Polisi Berkepala Keras

Bencana alam memang tidak bisa kita tolak,siapa sangka itu akan terjadi sewaktu-waktu dimanapun dan kapanpun. Termasuk yang pernah terjadi di perumahan gue. Ada yang tau gak ? kalau kalian ngira ini adalah gempa bumi,anda salah. Kalau kalian ngira ini tsunami,itu salah. Dan yang benar adalah...(jeng..jeng..jennngg)... yak tul,angin ribut. Gue nyebut ini angin ribut karena kehadirannya selalu menuai keributan di antara para tetangga yang kesal karena rumah mereka menjadi rusak. Pohon-pohon tumbang menjadi pemandangan tersendiri setelah berakhirnya bencana angin ribut tersebut.

Sore itu sekitar pukul 3 sore,angin ribut melewati perumahan kami tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Gue keluar dan melihat seng-seng berterbangan,jemuran-jemuran beserta isinya berserakan karena di terjang angin ribut. Gue gak tau kemana sebenarnya angin ribut tersebut berasal dan akan menuju kemananya. Tapi yang namanya angin ribut mah terserah dia mau kemana juga,heheh.
Para warga pun hanya berharap-harap cemas agar rumahnya tidak dilewati oleh angin tersebut. Naas bagi polisi tetangga desa sebelah yang waktu itu sedang mengendari motor ingin mencari angin segar. Ternyata angin yang dinanti-nantikan olehnya datang juga,tapi kali ini beda. Yang dateng anginnya kesegaran. Ia pun terlanjur mengencangkan motornya dan apa yang terjadi ?. Kalau kalian kira dia akan jatuh di jalan,kalian salah.

Motor yang sudah tidak bisa di kendalikan lagi karena terganggu oleh terjangan angin,akhirnya mendarat menungkik ke bawah menuju ke sawah. Entah gimana ceritanya,ia bisa terperosok menyebrangi sungai menuju ke sawah(ngakaksob). Untung saja dia tidak terperosok ke dalam sungai karena jika ia mendarat di sungai ia akan mengalami sedikit(keknyabanyak) nyeri di bagian tubuhnya. Warga pun segera menolong polisi tersebut yang sedang mengenakan kaos abu-abu berlogo Polisi di dadanya. Gue sedikit bingung,itu kok dia masih sehat-sehat aja gak sakit ato gimana gitu. Bukannya apa-apa sob,tu polisi gak pakek helm soalnya(janganditiru) seolah-olah kepalanya itu keras banget sob sampe aman-aman aja tu.

'Gak papa mas?' Tanya salah satu sesepuh di desa sebelah yang ikut menolong dia
'Gak papa pak,tapi sandal saya kok hilang ya?' Tanya dia sambil kebingungan dan sedang membersihkan pakaiannya karena kotor terkena tanah di sawah tersebut. Setelah berhasil di evakuasi gue pun langsung menuju rumah kembali yang hanya berjarak 100 meter dari TKP. Oiya sob,waktu itu sekitar tahun 2010-an dan gue udah punya hape gitu yang mereknya kartu sim itu loh. Gue gak mau nyebutin sih cuman kata orang-orang namanya Fren jadul yang hanya bisa digunakan untuk telpon dan sms. Gue pun selalu membawanya dan mengecek hape selalu melihat apakah ada yang menghubungi atau tidak. Kontaknya lumayan..ada sekitar berapa ya itu...mmm..tiiigaa kalo gak salah wkwk.

Emang sob dulu itu jarang banget bocah yang udah nenteng hape buat berkomunikasi.
Waktu sudah menunjukan kan pukul setengah 5-an. Dan gue masih nongkrong di kali kecil sebelah rumah gue. Dan tiba-tiba.. dzetttt...dzetttt....dzeetttt.. hape gue bergetar,ada yang menelfon. Pas gue angkat di matiin sama dia,kamvret kan. Ekspektasi gue sangat tinggi waktu itu,gue udah mikir kalo yang nelfon adalah seorang cewek yang sedang jomblo dan ingin segera di pacari.
Setelah gue sms ke nomor itu,tidak ada balasan lagi dari dia. Hanya ada balasan dari entah dari siapa yang ngirim dan mengatakan bahwa pulsa gue tidak mencukupi. Gue saat itu gak tau apa arti dari sms tersebut karena pas mau gue bales tiba-tiba si Tama,sahabat gue dateng.
'Dam,lagi ngapain?' Tanya nya sambil senyum-senyum ga jelas
'Ini tadi ada yang nelfon,cuman gue gak tau dia sapa' Jawab gue.

Entah gue dulu bego atau kurang pinter,gue gak tanya sama dia apakah dia yang  telfon gue karena dari awal dia dateng,itu senyumnya mengisyaratkan bahwa 'Mampus lo,gue kerjain!'.
Tapi apapun itu gue sampe sekarang masih belum tahu siapa yang sebenarnya menelfon gue sehabis terjadi bencana alam tersebut. Tapi bagusnya,itu adalah panggilan/telfon pertama yang gue trima pas make hape gue sendiri,bukan punya tetangga.

Ulang Tahun : Hidup Persahabatan !

Masa kecil yang indah akan membawa kita pada perasaaan 'kangen' dan ingin mengulangnya lagi. Mungkin itu adalah suatu kalimat yang bisa kita simpulkan ketika kita mempunyai masa kecil yang menyenangkan.Banyak dari populasi manusia di perumahan gue  yang mempunyai masa kecil yang menyenangkan,setidaknya itu pendapat gue. Lalu hal apa sih yang ngebuat gue bisa'kangen' masa kecil gue?. Ada banyak hal yang ngebuat gue ingin melakukannya lagi bersama-sama.

Pagi itu adalah tanggal 20 desember tahun 2009. Bang,kok lo inget banget ? . Ya gimana gak inget,hari itu adalah hari dimana 11 tahun yang lalu gue dilahirkan. Hari itu terasa sangat spesial karena kebetulan terjadi pada hari minggu. Di hari minggu biasa nya kami bermain dari pagi-sore. Ini akan sangat menyenangkan karena bukan hanya main bareng biasa,karena ini adalah hari ulang tahun gue.

Kebanyakan orang merayakan ulang tahun dengan sangat meriah,dengan mengundang semua teman yang seumuran sampai mendatangkan badut atau pun pesulap untuk menghibur tamu undangan di acara tersebut. Eiiittss inget ya,mungkin itu hanya berlaku di kalangan anak SD saja kalau udah besar biasanya  mengajak teman-teman yang di anggap sebagai orang dekat untuk  merayakan hari ulangtahunnya sendiri di sebuah rumah makan yang  disukai. Teman-teman dekat tersebut biasanya mengucapkan terima kasih karena sudah diundang dan sudah di anggap menjadi teman dekatnya  dengan memberikan surprise kepada yang berulang tahun tesebut.

Oke back to topic... Pagi itu gue melihat tanggalan hanya untuk memastikan bahwa hari itu adalah hari ulang tahun gue. Seperti biasa di hari minggu pagi kami selalu berjalan-jalan melewati tengah sawah yang dingin. Sebelum berangkat untuk berkumpul bersama,gue mengenakan jaket Real Madrid  berwarna dominan hitam dan dengan perpaduan warna putih di lengannya. Tak lupa mengenakan celana jeans hitam panjang yang selalu gue kenakan untuk jalan-jalan di pagi hari. Pagi itu menunjukan pukul setengah enam dan gue langsung menuju Fasum tempat kami biasanya berkumpul dan bermain. Tampak tidak ada orang disana.

Jaman dulu kami belum mengoperasikan Handphone untuk berkomunikasi. So, gue langsung aja datengin kerumah salah satu sahabat gue,Ferdian. Rumah bercat kuning yang di sertai dengan pohon mangga di depannya pun nampak sepi dari kejauhan. Setelah berada di depan rumah gue pun melihat pintu depan yang ternyata sudah terbuka,firasat gue sih orangtuanya udah mbukain pintu buat anak nya keluar tanpa harus membuka pintu terlebih dahulu.
‘Ferdian...Main yukk’ Panggil gue dengan agak gemetar karena udara yang masih dingin.
Tak lama kemudian keluar lah Ferdian dengan mengenakan kaos bergambar  power ranger berwarna putih beserta celana putih pendek nya. Rahangnya nampak ada putih-putih nya yang ternyata itu adalah bekas odol karena habis gosok gigi terlebih dahulu

Setelah itu kami langsung bertemu dengan Yasir yang juga tengah bersiap mengenakan kaos bergambar Ultramen berwarna putih juga begitupun dengan celana putih pendeknya. Karena gue selalu ngerasa beda dari mereka gue pun pulang dan mengganti style gue seperti mereka. Sayang sekali,gue gak punya kaos-kaos bergambar yang lazimnya di kenakan oleh anak-anak SD lain di usianya. Oke deh gue pake kaos dan celana pendek  Sekolah Bola gue aja yang kayaknya agak pantesan dikit. Pagi itu ternyata tidak banyak yang bisa ikut karena mungkin mengalami susah bangun,ataupun memang ingin untuk beristirahat lebih lama di kasur mereka yang empuk.

Tak terasa matahari sudah sedikit menerangi dari arah timur kamipun bergegas menuju tujuan kita,jalan tengah sawah. Bang kok namanya jalan tengah sawah? , oke gue jelasin. Karena jalan itu dihapit oleh 2 sawah yang luas dan lebar. Jalan itu bukan berupa jalan beraspal tetapi jalan bertanah dengan sedikit tumbuhan di samping-sampingnya. Setelah puas jalan-jalan di sawah tersebut kami pun melihat keong-keong yang menempel di kali kecil dekat sawah. Kami pun mengambil dan membawa pulang keong tersebut. Entah mau di apakan,kami hanya ingin membawanya pulang kerumah. Keong yang kami tangkap dan bawa pun tidak main-main. Ada sekitar setengah kantong kresek  normal yang biasa buat bungkus belanjaan ketika kita belanja di supermarket.

Setelah sampai dirumah gue pun langsung menunjukan keong-keong yang tak berdaya tersebut ke nyokap gue.
‘Ini buk,lumayan dapet segini’
‘Mau tok apain itu,sini ibuk tumis aja’
Mendengar perkataan nyokap,kami pun langsung senang dan saling menatap dengan raut muka bahagia. Gimana nggak bahagia bro,ini pertama kalinya kita makan keong,hehehe... Hampir setengah jam kami menunggu akhirnya Tumis Keong pun matang dengan aroma yang wangi sekali. Gue pun mengajak sahabat-sahabat gue yang lain untuk menyantap tumis keong bersama-sama.

Ini adalah pertama kalinya gue ngerayain ulangtahun bareng sahabat-sahabat gue yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik. Dan mungkin itu adalah peryaan ulangtahun gue yang sederhana tapi berharga yang pernah gue lakuin. Terima kasih kepada sahabat-sahabatku yang telah mau gue anggap sebagai Teman dekatnya dan begitupun sebaliknya. So,hargai temanmu yang sudah menganggap kamu sebagai teman baiknya. Hidup Persahabatan !

Friday, July 22, 2016

Mancing : Bocah Bermuka Polos

Mungkin di tahun 2008-an memancing ikan adalah salah satu  kegiatan yang paling diminati orang-orang,tidak terkecuali kami,anak-anak SD. Memancing sudah menjadi hal yang sangat penting untuk mengisi waktu luang terutama saat bingung apa yang akan kita lakuin saat pulang sekolah apakah hanya menonton Laptop Si Unyil  aja ato mengisinya dengan hal yang menyenangkan. Emang di jaman itu acara yang di gemari anak-anak SD sambil menyantap makan siang adalah menonton acara tersebut.

Siang itu matahari sangat terang menyinari dunia(waduh). Sehabis pulang sekolah temen gue yang bernama Bayu lewat depan rumah mengendarai sepeda poligon miliknya sambil mengenakan Headset yang terpasang di salah satu telinganya. Pada saat itu,Lo akan keliatan keren kalo udah pake headset di salah satu kuping lo. Entah lo cuman buat gaya doang sambil ngangguk-ngangguk ga jelas,ato lo emang lagi dengerin lagu. Yang penting kan orang gak tau kalo kalian dengerin lagu apa enggak,asal ngangguk-ngangguk aja lo udah keliatan keren dimata semua orang,termasuk gue. Btw gue suka cewek(serius).

Gue yang siang itu lagi  duduk-duduk di bangku yang terbuat dari semen di depan rumah pun menghentikan si Bayu
'Bay,sini mampir!' seru gue sambil berdiri dan melambaikan tangan
Akhiranya bayu pun menghentikan sepedanya dan duduk di sebelah gue.
'Mau kemana Bay?' Tanya gue
'Ini cari pancing buat mancing'
Gue pun terdiam sejenak sambil mengangguk-angguk. Akhirnya gue berfikir,kenapa gak ikut mancing aja ya,kan seru tuh..Akhirnya gue bilang sama Bayu kalau gue ikut.
'Bay,gue ikut ya entar kalo dah beli pancing langsung kesini lagi ya,gue tunggu'
'Oke,bentar ya dam!'

Bayu pun langsung bergegas membeli pancing. Sementara itu gue ganti baju karna dari tadi males jadi gak mood ganti baju gitu. Sementara itu kakak gue yang cewek ingin ikut memancing dengan kami,gue juga ngajak sahabat gue si yasir karena dia juga punya pancing dan suka mancing gitu. Akhirnya Bayu pun datang masih memakai Style yang tadi,cuman bedanya headsetnya di pindah dari kuping kiri ke kuping kanan.Kita pun berkumpul dan karena lokasinya hanya di desa sebelah jadi kami memutuskan untuk mengendarai sepeda secara berboncengan.

Belum sempat kami sampai ke tujuan, ada seorang anak laki-laki dengan wajah polosnya bertanya kepada kami yang sedang berhenti karena rantai sepeda Gue lepas.
'Mau mancing dimana?'
'Ini di Kali depan itu!' Jawab Bayu
'Lah kejauhan,situ aja banyak ikannya,aku juga sering mancing di sana, ayo aku anterin' Ajak anak tersebut.
Kami pun ikut saja karena anak itu terlihat sangat baik. Kami parkirkan sepeda kami di dekat jalan. Lokasinya sekitar 100 meter masuk dari Jalan tersebut. Kami pun segera bergegas karena tidak sabar ingin segera memancing dan mendapatkan ikan,Yasir pun sudah menyiapkan jaring untuk menaruh ikan kalau misal kita dapat.
'Ini mancing disini banyak ikannya kok!' Seru bocah polos tadi akhirnya Bayu pun mengeluarkan pancingannya yang sudah diberi umpan berupa cacing buat umpan bagi para ikan yang ada di kolam tersebut. Bayu pun melemparkan pancingannya  agak ketengah,dan benar saja umpan Bayu langsung disambar oleh sang ikan. Tanpa kami duga ikannya ternyata besar sekali dan berhasil memutuskan tali pancing milik Bayu
'Whuuu Ikannnya gede banget gaess!' Teriak Bayu yang merasa senang karena yang di bicarakan anak tadi benar.

Kami melihat ke arah anak tadi berdiri,dan ternyata dia sudah tidak ada di posisinya yang tadi entah kemana dia pergi. Kami pun melanjutkan memancing dan mendapatkan banyak ikan yang besar menggunakan pancingan milik Yasir yang lebih kuat daripada milik Bayu tadi. Satu persatu ikan berhasil kita pancing dengan mudahnya. Tiba-tiba dari arah barat ada seorang laki-laki tua yang berlari dan meneriaki kami.
'Wooyyy awas kamu ya!!' Teriak bapak-bapak tadi
Kita pun bingung sebenarnya ada apa,kenapa bapak-bapak itu meneriaki kami dengan wajah marah dan kesal. Jangan-jangan.......
'Wooyyy kembaliin ikan saya,masukin ke kolam lagi!' teriak Bapak tua tersebut yang semakin mendekati kami.
'Kita di kerjain nih,Lari!!' Teriak gue sambil bersiap-siap untuk lari menjauhi kolam tersebut. Akhirnya kami berlari dengan kencang ke arah timur,mendekati sepeda yang kita parkir.

Tanpa banyak bicara kita langsung mengambil sepeda dan saling berboncengan seperti semula dan mengayuh secepat mungkin menjauhi daerah tersebut dengan tertawa lepas dan sedikit marah karena kita berhasil di bohongi seorang laki-laki yang seumuran kita dengan wajah polosnya. Sesampai dirumah kami langsung merebahkan tubuh kita yang lelah dan tertawa bersama-sama mengingat apa yang sudah terjadi tadi, Ikan yang kita peroleh pun ditinggal karena ketakutan mendengar teriakan pemilik kolam ikan tersebut. Kami tidak tau kalau itu adalah kolam ikan karena tempatnya yang seperti kali biasa dan luas.

Bahkan orang sepolos dia pun berhasil mengelabuhi kami ber-4. Entah apa motif dari anak laki-laki itu kok bisa dengan polosnya membodohi kita untuk memancing di kolam tersebut. Mungkin salah kami juga tidak bertanya kepada orang lain dahulu malah langsung percaya dengan ajakan dari bocah tersebut. Ini bukan hanya satu-satunya pengalaman memancing gue. Masih banyak pengalaman lain yang ingin gue share,so tungguin aja Post-post berikutnya!.


Permainan Masa Kecil : Kuntil Blimbing

Sejak kecil gue selalu bermain permainan yang mungkin tidak di mainkan di Perumahan lain di Yogyakarta. Kenapa?, karena setelah gue riset dan sharing bersama temen-temen gue,permainan-permainan itu hanya dimainkan di daerah pedesaaan. Inget Perumahan sama pedesaaan itu beda loh ya,kalo Perumahan itu rata-rata tingkat sosial terhadap sekitarnyakurang karena sebagian di huni oleh orang-orang mampu. Sedangkan pedesaaan tingkat sosialnya itu erat banget sob. Di pedesaaan juga merata tingkat kemampuan dalam finansialnya.

Sering gue sharing sama temen gue dan mereka selalu bilang 
'Di Perumahan mah sepi,kagak ada kumpul-kumpul'
setelah gue riset dan berjalan-jalan ke kawasan Perumahan memang sedikit anak kecil yang bermain bersama-sama dan mengenal satu sama lain. Tapi apapun itu, di Perumahan yang gue huni beda sob. Beneran deh...Pagi,siang,sore pokoknya kami selalu kumpul sekedar untuk bertemu dan bermain bersama. Banyak permainan dan kegiatan yang kita lakuin bareng. Kalau pagi pas hari libur gitu kita jalan-jalan ke tengah sawah,kalo siang kita main monopoli bareng,sorenya kita main bola,malemnya kita main polisi-polisian.

Oke di cerita ini gue mau ngeshare pengalaman gue bermain polisi-polisian. Mungkin kalo yang belum tahu bisa mraktekin ini di komplek bersama temen kalian.Kenapa main polisi-polisiannya malem-malem?  ya karena permainan ini kita di tuntut untuk bersembunyi dari kejaran polisi. Bisa jadi permainan ini berisi tutorial buat jadi polisi yang baik dan penjahat yang baik. Tapi ini hanya permainan kok so,tenang aja kagak usah takut.

Malam itu adalah malam minggu. Biasanya kita pada kumpul di Fasilitas Umum(Fasum) yang mana itu adalah sebuah lapangan serba guna berbentuk terbuka. Biasanya kalo kumpul malem gue minta kunci ke pak RT dulu buat ngebuka Sebuah ruangan yang ada saklarnya buat nyalain lampu di Fasum tersebut. Setelah dirasa cukup orang dan biasanya kita berkumpul mencapai 10 orang. Oke permainan kita mulai. Team di bagi menjadi dua,Team pertama adalah polisi dan team kedua adalah penjahat. So inti dari permainan ini adalah penjahat harus sembunyi terlebih dahulu dengan wilayah yang sudah di setujui sebelumnya,yaitu hanya boleh  bersembunyi di wilayah RT kita saja.

Malem itu gue menjadi penjahat dan kita para penjahat mencoba mencari tempat persembunyian yang aman agar para polisi tidak bisa menangkap kita. Polisi memberikan waktu sekita 5 menit untuk kita bersembunyi. Jujur permainan ini butuh skill bersembunyi,berlari,dan bersabar kalau kita menjadi polisi dan penjahatnya nggak berhasil kita temuin(kesianamatbang). Permainan akan berhenti ketika penjahat sudah tertangkap semua atau polisi akan menyerah. Bisa berhenti juga kalau ada salah satu dari kita yang menangis,maklum bro masih pada SD gitu wkwk.

Oke permainan bener-bener dimulai,rekan-rekan penjahat gue udah mulia nyebar dan menemukan tempat persembunyian..lah gua?...gue masih berlari kecil sambil berfikir tempat yang aman untuk bersembunyi. Polisi mulai berpencar mencari para penjahat supaya cepat tertangkap,suara teriakannya pun mulai terdengar. Akhirnya gue menemukan tempat untuk bersembunyi. lo sembunyi dimana bang,atas pohon? jika kalian berfikir begitu itu sama saja kalian menyamakan gue dengan kuntilanak. Tapi mau sembunyi di mana lagi gue udah bingung so gue naik ke atas pohon belimbing punya tetangga gue yang blimbing nya mulai matang dan mengkode gue untuk memakannya. Gue sekarang udah berasa seperti kuntilblimbing,bukan kuntilanak.

Rekan-rekan gue entah dimana gue gak tau entah dia udah tertangkap polisi atau malah tertangkap massa. Lo tau kan kalo pohon blimbing enggak besar-besar amat ?? ... sumpah gue takut jatuh karena pohonnya yang tidak terlalu besar dan kuat untuk bocah yang naik di atasnya sambil makanin blimbing. Yaallah maafkan lah hamba yang sekarang sudah layak untuk di kejar dan di tangkap oleh polisi karena telah resmi menjadi penjahat setelah memakan blimbing matang yang berwarna kuning ini yaallah(amiinn)..hehhe.. 

Dari kejauhan terlihat dua polisi yang sedang mencari kami para penjahat. Setelah beberapa lama berjalan para polisi itu mulai mendekati pohon yang gue panjat. Gue pun mulai mengeluarkan jurus andalan dengan berdiam diri tidak banyak gerakan saat mereka lewat karena jika gue banyak bergerak blimbing lansia yang sudah tampak tidak pernah diambil oleh pemiliknya akan terjatuh ketika gue bergerak. Tapi namanya juga takdir,semut merah yang terkenal sangat kejam dengan kami para pemanjat pohon mulai menatap dengan tajam kearah gue dan memberi isayrat kepada teman-nya bahwa musuh telah mengganggu sarangnya. 

Semut-semut tadi-tiba menghilang. Gue lihat kebawah ke arah para polisi yang ternyata sudah berada tepat di bawah pohon blimbing. 
'ahhhh!' Teriak gue dengan pelan karena ternyata para semut mulai menusukan mulutnya yang tajam ke kaki gue. Gile ni semut beraninya dari belakang. Mau gimana lagi, gue pun bergerak dengan tersentak karena gigitan dari para semut tersebut. Dan tiba-tiba terdengar suara 
'Plookkk' yak tul, itu adalah blimbing lansia yang ternyata sudah tidak kuat lagi bertahan hidup.
Para polisi hanya melihat blimbing yang jatuh dan melihat ke atas pohon dan tiba-tiba angin meniup kencang. Daun-daun pohon pun bergetar diiringi suara angin 'fhuuuuuusstt' 

Walaupun mereka seorang polisi,tapikan cuman peran aslinya kan ya anak SD yang penakut. Mereka pun berlarian dan berteriak dengan kencang. Setelah mereka pergi gue pun turun dan berlari...sambil teriak juga. Gue takut juga bro yakalik masih SD juga gua wkwkw.
Setelah hampir satu jam kita bermain akhirnya permainan berhenti karena malam itu ada abang tukang bakso yang bernama PakYoga yang sudah berkeliling menjajakan dangangannya. Gue dan sahabat-sahabat gue pun membeli dan menyantap bakso secara bersama-sama.

Gue gak tau apakah permainan itu masih ada ato engga. Yang pasti permainan ini menyehatkan kita karena berlari-lari dan mengajarkan kepada kita untuk bersembunyi ketika ada orang yang ngejar-ngejar kamu padahal kamu gak salah apapun dan mungkin yang mengejar kita itu mempunyai niat jahat kepada kita. Permainan ini juga mengajarkan persahabatan kepada kita,karena kita akan penuh kesenangan dan kegembiraan saat bermain. Biasanya setelah bermain kita bercerita apa aja hal yang terjadi ketika kita bermain tadi. Dan itu sangat menyenangkan untuk diingat kembali.

Sepakbola : Itu Gak Masalah

Bagi sebagian orang sangat menyukai pertandingan sepakbola. Ada yang lebih suka memainkannya daripada melihat,ada yang lebih suka melihat daripada memainkannya. Kalau gue sih suka dua-duanya,kenapa?... Gue cowo bro yakalik cuman liat doang kagak main juga. Karena mungkin saking senengnya main bola,gue jadi males gitu pas liat pertandingan. Loh katanya suka,kok males ? ... Iya gue paling males liat pertandingan sepakbola pas klub yang ada gue nya itu lagi tanding dan gue cuma duduk di bangku cadangan. Kamvret nya lagi gue gak dimainin dari awal sampai akhir.

Gue sampe kesel terus ngobrol ke temen gue yang namanya Ian yang juga kebetulan gak di mainin(nasibnyasama)
'Eh kite udah bayar sewa lapangan kok gak dimainin gini!' Kata gue ke Ian
'Tenang bro,besok-besok juga di mainin kok' Kata Ian dengan bijak.
By The Way,dulu gue gak di bayar,malah bayar sewa lapangan soalnya kan masih amatiran gitu,heheh

Anyway..Gue sedikit kesel denger perkataan Ian tadi,bukan apa-apa ya mungkin gue masih terlalu kecil untuk mengerti bahwa pertandingan sepakbola itu bisa di menangkan bukan hanya dengan nafsu,tapi dengan kemampuan. Oke gue akuin sih kemampuan temen-temen gue yang lain jauh lebih baik di bandingkan gue. Akibat kebijakan si Ian tadi,alhamdulilah Ian sekarang menjadi pemain bola yang biasa-biasa aja(nasib)...Kesian banget ya si Ian kirain bakal jadi pemain profesional gitu,hehe..

Kembali ke tim gue pada saat itu....Mereka juga udah lama ikut latihan bareng-bareng gitu di Sekolah Sepakbola tersebut jadi ya udah nyatu banget permainan antar lininya....Iya Sekolah Sepakbola..Jadi gue itu dari dulu seneng banget main bola dan masuk kedalam Sekolah Sepakbola yang ada di deket desa gue. Muridnya ya tetangga gue,yang punya Klub juga tetangga gue,yang nglatih juga tetangga gue juga. Pokoknya di klub itu bisa di bilang Sekolah Sepakbolanya desa gue deh.

Ada banyak hal yang terjadi pada saat gue masuk ke dalam klub tersebut. Mulai dari persahabatan,ngerasain gimana rasanya kalah banyak,ngerasain gimana turnamen pas musim hujan,pkoknya banyak deh. Hari itu adalah pertandingan pertama yang di gelar pada turnamen yang diselanggarakan di musim hujan. Saat itu Kita masih kecil-kecil banget mungkin kelas 3 sd lah atau mungkin sekitar 9 tahunan kalo tidak salah,masih imut banget kan ya..

Pada waktu kami memasuki lapangan tampak awan hitam(bukanwedusgembel) sudah berada di atas langit yang diiringi dengan suara gemuruh pertanda hujan akan turun. Sang pelatih mengajak diskusi sebentar dan memberitahu kan kepada kita bahwa klub yang akan kita hadapi adalah juara bertahan dalam turnamen ini. Sampai-sampai sang pelatih mendatangkan kiper yang pada saat itu di kalangan siswa SSB kiper itu adalah kiper legendaris yang berasal dari barat,iya barat desa wkwk.

Kiper itu bernama Sulung,mungkin pada saat itu usia dia sudah 2 tahun di atas kita. Kami pun yakin bahwa Tim kita akan menjadi pemenang dalam pertandingan ini.Kalau kalian ngira kita bakalan kalah,yak tul 100 buat anda(mukadatar). Klub kita mendapat kekalahan cukup telak,berkali-kali Sulung tidak berhasil menghentikan bola bukan karena ia tidak bisa menjadi kiper. Tapi kita lah yang gak bisa bermain sepakbola dengan benar(mukadatar). Hujan pun turun mebasahi tubuh kita yang tidak berdaya hanya bisa melihat Sulung kebobolan berkali-kali. Saking kuatnya hujan pada sore hari itu, kaos kaki gue aja sampe turun-turun kebawah(emangkendor).

Melihat kaos kaki gue kendor,salah satu dari penonton memanggil gue dengan penuh bising dari kejauhan 'Dam sini cepetan!'  gue pun menoleh pada sumber suara tersebut dan langsung menghampirinya. Ternyata dia adalah pelatih gue. Dia memberikan dua buah gelang karet dan langsung mengikat karet tersebut di kaos kaki gue agar kaos kaki bisa kembali seperti semuala dan tidak kendor kebawah.
'Dam kita masih punya usaha,suruh pemain-pemain yang lain untuk menutupi gawang!' seru pelatih
'Maaf pak tapi...' belum sempat melanjutkan,pelatih langsung memotong
'Kamu gak mau? kamu menentang saya?'
'Tapi pak permainannya kan udah selesai,tu wasitnya aja udah ganti baju'
Mungkin karena hujan lebat yang mengguyur lapangan pada saat itu,dan pelatih yang sedang memakaikan karet ke kaki gue. Dia jadi gak sadar kalau pertandingannya sudah selesai.

Kami pun kalah dengan cukup telak saat itu,tapi itu gak masalah karena masih ada kesempatan kita untuk menang. Itu yang gue pikir pada saat itu. Pertandingan tadi menunjukkan bahwa nafsu saja tidak cukup berhasil dalam memenangkan sebuah pertandingan. Kami memang punya kemampuan tapi itu hanya terletak pada kiper legendaris. Sebagus-bagus nya seorang kiper kalo gak ada yang membantu kan akan kebobolan juga. Tim lawan jauh lebih siap dalam pertandingan pada sore hari tersebut. Kekuatan mereka juga merata.. Tapi sekali lagi... Itu gak masalah.

Wednesday, July 20, 2016

Masa Kecil : Kolam Dadakan

Mungkin sebagian dari kalian pernah melalui masa kecil(yaiyalah). Cuman,masa kecil yang seperti apa dulu..apakah menyenangkan,menggembirakan ato malah membuat kita males untuk membahas masa kecil ketika sedang mengobrol dengan teman,terutama teman baru. Pasti deh ya ketika kita punya temen terus sharing pasti ada salah satu dari temen kalian yang membahas mengenai masa kecilnya. Entah itu cerita yang menyenangkan,menggembirakan,maupun cerita yang sangat berat untuk di ceritakan karena mungkin kejadian itu tidak diinginkan oleh orang tersebut.

Nah biasanya orang yang pertama kali membahas masa kecilnya adalah orang yang paling aktif di lingkunganmu,aktif dalam artian dia bisa akrab dengan semua orang di lingkungan anda dan menjadi center ketika kalian lagi nongkrong. Biasanya orang tersebut menceritakan hal yang menyenangkan  yang terjadi pada masa kecilnya ,seperti nyuri mangga pas yang punya pohon lagi mandi...ngerjain pengendara motor dengan bilang "Pak,Standar.." padahal standarnya udah bener posisinnya....banyaklah.

Oke,lalu gimana dengan masa kecil gue,masuk kategori mana ya kira-kira?...
Masa kecil gue terlbilang cukup menyenangkan gue ambil contoh yang ini deh..apa hayo??..penasaran ya??(padahalgaadaygpenasaran)heheh..oke gue kasih judul 'Kolam Dadakan'..

Jadi waktu itu sore hari gue tinggal di suatu perumahan yang ada di Yogyakarta gue punya sahabat kecil(keklaguajabang) yang namanya Yasir,Ferdian,Nardi mereka itu temen yang terdiri dari beberapa RT dan masih banyak lagi..Waktu itu jam menunjukan sekitar  pukul 12 siang itu lagi panas-panasnya tapi entah kenapa gue ngerasa hari itu adem banget(didalemrumah) wkwk.. Hari itu seperti biasa kita kumpul-kumpul gitu dan  kita memutuskan untuk memancing ikan di salah satu kolam ikan milik salah satu warga mampu di perumahan kami.. Kita mancingnya diem-diem karena ya itu kolam bukan untuk di pancing tapi  untuk di pelihara dan kami malah ingin mengambil salah satu ikan di kolam tersebut.(maafkeun)

Kami waktu itu masih  anak SD yang hanya ingin melakukan sesuatu semau kami tanpa mengindahkkan tata tertib yang ada :D (jangandicontoh). Kita pun memancing dengan alat seadaanya yang ada disana karena firasat kami di sana terdapat peralatan yang bisa digunakan untuk memancing ikan..ya benar saja,disana terdapat seutas tali tukang berwarna coklat berdiameter kecil yang bisa kami gunakan sebagai tali nya. Firasat kami juga mengatakan bahwa ikannya tidak di beri makan siang dan pasti sedang lafar-lafarnya ingin segera makan,...dan benar saja! ikannya belum diberi makan karena terlihat muncul-muncul keatas,mungkin mereka sedang melihata apakah ada dermawan yang baik datang dan menberikan mereka makan :D.

Melihat peluang tersebut kami pun melihat sekeliling terlebih dahulu. Kita bagi-bagi tugas,ada yang nyari pakan,ada yang jagain di depan pager kolam takut kalo yang punya dateng,ada yang siap-siap mikir ikannya mau dibawa pake apa biar gak ketauan..nah yang terakhir itu tugas gue :D
"Bro ini dah ada yok mancing" bisik si Yasir yang berhasil menemukan umpan..apakah itu ?..benar sekali,Lumut... Disekitar kolam terdapat lumut-lumut yang menempel dan Yasir berfikir untuk menggunakan itu karena ikan pasti mau,lafer bro pasti mau lah ya... Akhirnya Nardi bertugas memancing ikan tersebut..oiya kita pake pemberat juga biar bisa masuk kedalem gitu..dan pemberatnya adalah..yak tul,batu.

"Cepetan bro,entar yang punya liat!) bisik Ferdian dengan lantang yang sedang menjaga pagar kolam mengamati keadaan luar.... Dan saat yang di tunggu pun tiba,Nardi melepaskan pancingannya ke tengah-tengah kolam,belum sempat gue selesai mikirmau di taruh mana ikannya,Umpan Nardi keburu disambar oleh sang ikan yang mungkin sedang lafar. Kami pun langsung histeris ketika Nardi bilang ikannya besar. Di situ gue tambah bingung gimana caranya bawa ikan segede itu agar tidak ketauan warga karena waktu itu kita tidak memikirkan bagaimana membawa ikan itu pulang dengan selamat kerumah.

"Dam ikannya besar nih gimana bawanya? mana disini gaada plastik lagi" teriak Nardi kepada gue yang masih bingung gimana caranya bawa ikan tersebut ke rumah. Tanpa pikir panjang,gue langusung memasukan ikan tesebut kedalam celana gue,kampret kan :D .. Bukan ke kantong celana loh ya,tapi celananya..CELANA-nya... Seketika Celana gue menjadi kolam dadakan bagi sang ikan yang gede.Mungkin di dalem situ dia ketemu dengan ular dan berkelahi,namun hal itu sudah gue antisipasi dengan menaruh ekornya terlebih dulu di bagian bawah. Dengan tergesa-gesa kita jalan dengan cepat,yang lain mah enak, lah gua? bawa ikan gede dengan nahan dia biar gak jatuh,tapi ikannya sempet jatuh -_- .. untung kita udah lewat beberapa rumah dari yang punya kolam.. yeeahhh..

Sesampai dirumah tubuh udah rasanya seperti bapak dari ikan tersebut,bersisik,amis dll. Gue langsung di sambut sama Ibu gue "Dapet ikan dari mana,kok gede gitu?"
karena bingung mau jawab,takut dimarahin karena ngambil tanpa iziin jadi gue jawab aja "Ini tadi mancing di kali" Gue jawab gitu karena gue juga sering main di kali bareng sahabat-sahabat gue juga.. Akhirnya di gorenglah ikan besar tersebut oleh Ibu gue dan kita makan ikan tersebut dengan penuh canda tawa dan berasama-sama.. By the way gue udah mandi loh,sumpah itu lengket,banyak sisik dan amis banget -__- .

Mungkin itu adalah salah satu masa kecil gue yang menyenagkan walaupun merugikan yang punya kolam juga :D. Kalian jangan mengambil ikan atau apapun tanpa izin juga loh ya karena itu gak baik :D . Gue yakin,kalo emang kalian pengen banget dengan kepunyaan orang lain itu,minta aja dengan baik-baik,firasat gue bakalan dikasih kok,hehe.. Walaupun gak di kasih kalian juga jangan marah karena itu hak yang mempunyai barang tersebut. Dan lagi, kalian jangan minta hal-hal yang sifatnya di cintai oelh pemiliknya seperti minta anaknya tetangga lo gitu..jangan. Karena itu tidak layak untuk kalian minta,heheh.

Mungkin segitu aja untuk cerita yang ini jangan lupa jaga kesehatan kalian selalu,selalu melakuan hal yang positif..Sebagai seorang BatBoy  gue nulis ini jam 12 malem..woow(padahalbiasaaja). Ikuti terus Diary Life BatBoy karena masih banyak cerita yang akan gue share dengan kalian. Seee Youuu Gaaaaeesss :D




Perkenalan : Apa itu BatBoy ?

Permisi..Terimakasih udah mampir ke Diary Life BatBoy ^.^ ...
Mungkin dari kalian pada bingung ini Blog apasih ? isinya apa sih ? kok namanya BatBoy gitu ? oke gue jelasin jangan ada prasangka buruk diantara kita,hehe..

Oke gue jelasin...Ini bukan superhero lho ya yang pake topeng-topengan dan make jubah hitam itu....bukan. Tapi yang gue sebut adalah Bat yang gue artiin sebagai kelelawar dan boy  yang gue artiin sebagai anak laki-laki. Mungkin dari kita beda persepsi gitu dalam mengartikan kata ,tapi walaupun kita beda dalam mengartikan,aku selalu sayang kok sama kamu(mukapengen) hehe.
back to topic Anyway BatBoy adalah layaknya kelelawar yang notabene nya adalah seekor(punyaekorgasih?) hewan nokturnal yang lebih aktif di malam hari. Jadi BatBoy di sini gue artiin sebagai anak laki-laki yang aktif di malam hari. Jadi gue itu lebih bisa mikir gitu di malam hari,gue ngerasa IQ gue itu bisa nambah 0,1-0,2 di malam hari(kagakngaruhbang). Di malam hari gue bisa menghasilkan suatu karya entah itu udah terealisasi maupun hanya khayalan belaka,hehe.. Tulisan ini gue tulis juga di malam hari lohh.....udah kejawab kan ? seneng dong pasti ? biasa aja ya ? (mukasemangat).. ya pokoknya apapun itu sekali lagi entah kalian punya pendapat dan persepsi yang berbeda,aku tetep sayang kok sama kamu..(mukapengenlagi)..

Jadi isi dari Diary Life BatBoy adalah sebuah Blog yang berisi cerita-cerita yang pernah gue alami yang pengen gue share dengan kalian. Bisa seputar Traveling,Tips&Trik,Review, pokoknya bakal banyak yang akan gue share sama kalian jadi ,jangan kaget kalo tiap tulisan akan beda-beda karena waktu dan kejadian yang tidak gue urutin. Isi dari Blog ini akan menjadi tulisan yang nyata/nonfiktif yang pernah gue alamin. Bisa bersifat tulisan yang comedy,romantis,bikin mikir tapi jangan spaneng ya karena gue hanya ingin mengshare cerita yang gue alami aja kok,hehe

Mungkin nama dari tokoh-tokoh yang gue tulis nanti tidak sepenuhnya nama asli dari orang tersebut,melainkan akan gue ganti menjadi nama samaran supaya tidak ada hal yang di rugikan(kayakbisnisaja) hehe..Eitsss tapi jangan kaget juga kalo nama yang gue tulis itu nama aslinya tergantung topik yang akan dibahas(emangkenal?) 

Nama gue Adam Rosada bisa di cek di IG kalo kalian kepo @adamrosada_  heheh(lagi) oke di blog ini juga bukan cuman gue tapi ada lagi temen yang mengurus Blog ini juga,kepada temen gue dipersilahkan...Hello gaes nama gue Dian Irawan..wkwkw kek lagi di acara Talkshow  aja :D 
Pokoknya gue di Blog ini ga sendirian melain kan bersama temen gue..iya temen gue..yang tadi tak sebut itu wkwkk..

Semua tulisan di Blog gue sifatnya hanya untuk bersenang-senang saja karena basicnya gue seneng nulis kek gini. Jadi Blog ini akan Gue post mungkin seminggu sekali pada hari minggu atau hari lain pokoknya tungguin aja ya..

Mungkin segitu aja Gue perkenalkan Diary Life BatBoy semoga kalian terhibur sama Blog ini dan semoga Tulisan tadi menjawab pertanyaan kalian. Kalau kalian ga suka boleh skip aja liat yang lain karena pada dasarnya suatu karya itu ada yang suka dan ada yang enggak. Oke segitu aja selalu jaga kesehatan,tetep semangat. Oiya nantikan post berikutnya ya. Seee youuu GAAEESS! :D