Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Friday, July 22, 2016

Mancing : Bocah Bermuka Polos

Mungkin di tahun 2008-an memancing ikan adalah salah satu  kegiatan yang paling diminati orang-orang,tidak terkecuali kami,anak-anak SD. Memancing sudah menjadi hal yang sangat penting untuk mengisi waktu luang terutama saat bingung apa yang akan kita lakuin saat pulang sekolah apakah hanya menonton Laptop Si Unyil  aja ato mengisinya dengan hal yang menyenangkan. Emang di jaman itu acara yang di gemari anak-anak SD sambil menyantap makan siang adalah menonton acara tersebut.

Siang itu matahari sangat terang menyinari dunia(waduh). Sehabis pulang sekolah temen gue yang bernama Bayu lewat depan rumah mengendarai sepeda poligon miliknya sambil mengenakan Headset yang terpasang di salah satu telinganya. Pada saat itu,Lo akan keliatan keren kalo udah pake headset di salah satu kuping lo. Entah lo cuman buat gaya doang sambil ngangguk-ngangguk ga jelas,ato lo emang lagi dengerin lagu. Yang penting kan orang gak tau kalo kalian dengerin lagu apa enggak,asal ngangguk-ngangguk aja lo udah keliatan keren dimata semua orang,termasuk gue. Btw gue suka cewek(serius).

Gue yang siang itu lagi  duduk-duduk di bangku yang terbuat dari semen di depan rumah pun menghentikan si Bayu
'Bay,sini mampir!' seru gue sambil berdiri dan melambaikan tangan
Akhiranya bayu pun menghentikan sepedanya dan duduk di sebelah gue.
'Mau kemana Bay?' Tanya gue
'Ini cari pancing buat mancing'
Gue pun terdiam sejenak sambil mengangguk-angguk. Akhirnya gue berfikir,kenapa gak ikut mancing aja ya,kan seru tuh..Akhirnya gue bilang sama Bayu kalau gue ikut.
'Bay,gue ikut ya entar kalo dah beli pancing langsung kesini lagi ya,gue tunggu'
'Oke,bentar ya dam!'

Bayu pun langsung bergegas membeli pancing. Sementara itu gue ganti baju karna dari tadi males jadi gak mood ganti baju gitu. Sementara itu kakak gue yang cewek ingin ikut memancing dengan kami,gue juga ngajak sahabat gue si yasir karena dia juga punya pancing dan suka mancing gitu. Akhirnya Bayu pun datang masih memakai Style yang tadi,cuman bedanya headsetnya di pindah dari kuping kiri ke kuping kanan.Kita pun berkumpul dan karena lokasinya hanya di desa sebelah jadi kami memutuskan untuk mengendarai sepeda secara berboncengan.

Belum sempat kami sampai ke tujuan, ada seorang anak laki-laki dengan wajah polosnya bertanya kepada kami yang sedang berhenti karena rantai sepeda Gue lepas.
'Mau mancing dimana?'
'Ini di Kali depan itu!' Jawab Bayu
'Lah kejauhan,situ aja banyak ikannya,aku juga sering mancing di sana, ayo aku anterin' Ajak anak tersebut.
Kami pun ikut saja karena anak itu terlihat sangat baik. Kami parkirkan sepeda kami di dekat jalan. Lokasinya sekitar 100 meter masuk dari Jalan tersebut. Kami pun segera bergegas karena tidak sabar ingin segera memancing dan mendapatkan ikan,Yasir pun sudah menyiapkan jaring untuk menaruh ikan kalau misal kita dapat.
'Ini mancing disini banyak ikannya kok!' Seru bocah polos tadi akhirnya Bayu pun mengeluarkan pancingannya yang sudah diberi umpan berupa cacing buat umpan bagi para ikan yang ada di kolam tersebut. Bayu pun melemparkan pancingannya  agak ketengah,dan benar saja umpan Bayu langsung disambar oleh sang ikan. Tanpa kami duga ikannya ternyata besar sekali dan berhasil memutuskan tali pancing milik Bayu
'Whuuu Ikannnya gede banget gaess!' Teriak Bayu yang merasa senang karena yang di bicarakan anak tadi benar.

Kami melihat ke arah anak tadi berdiri,dan ternyata dia sudah tidak ada di posisinya yang tadi entah kemana dia pergi. Kami pun melanjutkan memancing dan mendapatkan banyak ikan yang besar menggunakan pancingan milik Yasir yang lebih kuat daripada milik Bayu tadi. Satu persatu ikan berhasil kita pancing dengan mudahnya. Tiba-tiba dari arah barat ada seorang laki-laki tua yang berlari dan meneriaki kami.
'Wooyyy awas kamu ya!!' Teriak bapak-bapak tadi
Kita pun bingung sebenarnya ada apa,kenapa bapak-bapak itu meneriaki kami dengan wajah marah dan kesal. Jangan-jangan.......
'Wooyyy kembaliin ikan saya,masukin ke kolam lagi!' teriak Bapak tua tersebut yang semakin mendekati kami.
'Kita di kerjain nih,Lari!!' Teriak gue sambil bersiap-siap untuk lari menjauhi kolam tersebut. Akhirnya kami berlari dengan kencang ke arah timur,mendekati sepeda yang kita parkir.

Tanpa banyak bicara kita langsung mengambil sepeda dan saling berboncengan seperti semula dan mengayuh secepat mungkin menjauhi daerah tersebut dengan tertawa lepas dan sedikit marah karena kita berhasil di bohongi seorang laki-laki yang seumuran kita dengan wajah polosnya. Sesampai dirumah kami langsung merebahkan tubuh kita yang lelah dan tertawa bersama-sama mengingat apa yang sudah terjadi tadi, Ikan yang kita peroleh pun ditinggal karena ketakutan mendengar teriakan pemilik kolam ikan tersebut. Kami tidak tau kalau itu adalah kolam ikan karena tempatnya yang seperti kali biasa dan luas.

Bahkan orang sepolos dia pun berhasil mengelabuhi kami ber-4. Entah apa motif dari anak laki-laki itu kok bisa dengan polosnya membodohi kita untuk memancing di kolam tersebut. Mungkin salah kami juga tidak bertanya kepada orang lain dahulu malah langsung percaya dengan ajakan dari bocah tersebut. Ini bukan hanya satu-satunya pengalaman memancing gue. Masih banyak pengalaman lain yang ingin gue share,so tungguin aja Post-post berikutnya!.


0 comments:

Post a Comment