Pagi itu adalah tanggal 20 desember tahun 2009. Bang,kok lo inget banget ? . Ya gimana gak inget,hari itu adalah hari dimana 11 tahun yang lalu gue dilahirkan. Hari itu terasa sangat spesial karena kebetulan terjadi pada hari minggu. Di hari minggu biasa nya kami bermain dari pagi-sore. Ini akan sangat menyenangkan karena bukan hanya main bareng biasa,karena ini adalah hari ulang tahun gue.
Kebanyakan orang merayakan ulang tahun dengan sangat meriah,dengan mengundang semua teman yang seumuran sampai mendatangkan badut atau pun pesulap untuk menghibur tamu undangan di acara tersebut. Eiiittss inget ya,mungkin itu hanya berlaku di kalangan anak SD saja kalau udah besar biasanya mengajak teman-teman yang di anggap sebagai orang dekat untuk merayakan hari ulangtahunnya sendiri di sebuah rumah makan yang disukai. Teman-teman dekat tersebut biasanya mengucapkan terima kasih karena sudah diundang dan sudah di anggap menjadi teman dekatnya dengan memberikan surprise kepada yang berulang tahun tesebut.
Oke back to topic... Pagi itu gue melihat tanggalan hanya untuk memastikan bahwa hari itu adalah hari ulang tahun gue. Seperti biasa di hari minggu pagi kami selalu berjalan-jalan melewati tengah sawah yang dingin. Sebelum berangkat untuk berkumpul bersama,gue mengenakan jaket Real Madrid berwarna dominan hitam dan dengan perpaduan warna putih di lengannya. Tak lupa mengenakan celana jeans hitam panjang yang selalu gue kenakan untuk jalan-jalan di pagi hari. Pagi itu menunjukan pukul setengah enam dan gue langsung menuju Fasum tempat kami biasanya berkumpul dan bermain. Tampak tidak ada orang disana.
Jaman dulu kami belum mengoperasikan Handphone untuk berkomunikasi. So, gue langsung aja datengin kerumah salah satu sahabat gue,Ferdian. Rumah bercat kuning yang di sertai dengan pohon mangga di depannya pun nampak sepi dari kejauhan. Setelah berada di depan rumah gue pun melihat pintu depan yang ternyata sudah terbuka,firasat gue sih orangtuanya udah mbukain pintu buat anak nya keluar tanpa harus membuka pintu terlebih dahulu.
‘Ferdian...Main yukk’ Panggil gue dengan agak gemetar karena udara yang masih dingin.
Tak lama kemudian keluar lah Ferdian dengan mengenakan kaos bergambar power ranger berwarna putih beserta celana putih pendek nya. Rahangnya nampak ada putih-putih nya yang ternyata itu adalah bekas odol karena habis gosok gigi terlebih dahulu
Setelah itu kami langsung bertemu dengan Yasir yang juga tengah bersiap mengenakan kaos bergambar Ultramen berwarna putih juga begitupun dengan celana putih pendeknya. Karena gue selalu ngerasa beda dari mereka gue pun pulang dan mengganti style gue seperti mereka. Sayang sekali,gue gak punya kaos-kaos bergambar yang lazimnya di kenakan oleh anak-anak SD lain di usianya. Oke deh gue pake kaos dan celana pendek Sekolah Bola gue aja yang kayaknya agak pantesan dikit. Pagi itu ternyata tidak banyak yang bisa ikut karena mungkin mengalami susah bangun,ataupun memang ingin untuk beristirahat lebih lama di kasur mereka yang empuk.
Tak terasa matahari sudah sedikit menerangi dari arah timur kamipun bergegas menuju tujuan kita,jalan tengah sawah. Bang kok namanya jalan tengah sawah? , oke gue jelasin. Karena jalan itu dihapit oleh 2 sawah yang luas dan lebar. Jalan itu bukan berupa jalan beraspal tetapi jalan bertanah dengan sedikit tumbuhan di samping-sampingnya. Setelah puas jalan-jalan di sawah tersebut kami pun melihat keong-keong yang menempel di kali kecil dekat sawah. Kami pun mengambil dan membawa pulang keong tersebut. Entah mau di apakan,kami hanya ingin membawanya pulang kerumah. Keong yang kami tangkap dan bawa pun tidak main-main. Ada sekitar setengah kantong kresek normal yang biasa buat bungkus belanjaan ketika kita belanja di supermarket.
Setelah sampai dirumah gue pun langsung menunjukan keong-keong yang tak berdaya tersebut ke nyokap gue.
‘Ini buk,lumayan dapet segini’
‘Mau tok apain itu,sini ibuk tumis aja’
Mendengar perkataan nyokap,kami pun langsung senang dan saling menatap dengan raut muka bahagia. Gimana nggak bahagia bro,ini pertama kalinya kita makan keong,hehehe... Hampir setengah jam kami menunggu akhirnya Tumis Keong pun matang dengan aroma yang wangi sekali. Gue pun mengajak sahabat-sahabat gue yang lain untuk menyantap tumis keong bersama-sama.
Ini adalah pertama kalinya gue ngerayain ulangtahun bareng sahabat-sahabat gue yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik. Dan mungkin itu adalah peryaan ulangtahun gue yang sederhana tapi berharga yang pernah gue lakuin. Terima kasih kepada sahabat-sahabatku yang telah mau gue anggap sebagai Teman dekatnya dan begitupun sebaliknya. So,hargai temanmu yang sudah menganggap kamu sebagai teman baiknya. Hidup Persahabatan !



0 comments:
Post a Comment