Sering gue sharing sama temen gue dan mereka selalu bilang
'Di Perumahan mah sepi,kagak ada kumpul-kumpul'
setelah gue riset dan berjalan-jalan ke kawasan Perumahan memang sedikit anak kecil yang bermain bersama-sama dan mengenal satu sama lain. Tapi apapun itu, di Perumahan yang gue huni beda sob. Beneran deh...Pagi,siang,sore pokoknya kami selalu kumpul sekedar untuk bertemu dan bermain bersama. Banyak permainan dan kegiatan yang kita lakuin bareng. Kalau pagi pas hari libur gitu kita jalan-jalan ke tengah sawah,kalo siang kita main monopoli bareng,sorenya kita main bola,malemnya kita main polisi-polisian.
Oke di cerita ini gue mau ngeshare pengalaman gue bermain polisi-polisian. Mungkin kalo yang belum tahu bisa mraktekin ini di komplek bersama temen kalian.Kenapa main polisi-polisiannya malem-malem? ya karena permainan ini kita di tuntut untuk bersembunyi dari kejaran polisi. Bisa jadi permainan ini berisi tutorial buat jadi polisi yang baik dan penjahat yang baik. Tapi ini hanya permainan kok so,tenang aja kagak usah takut.
Malam itu adalah malam minggu. Biasanya kita pada kumpul di Fasilitas Umum(Fasum) yang mana itu adalah sebuah lapangan serba guna berbentuk terbuka. Biasanya kalo kumpul malem gue minta kunci ke pak RT dulu buat ngebuka Sebuah ruangan yang ada saklarnya buat nyalain lampu di Fasum tersebut. Setelah dirasa cukup orang dan biasanya kita berkumpul mencapai 10 orang. Oke permainan kita mulai. Team di bagi menjadi dua,Team pertama adalah polisi dan team kedua adalah penjahat. So inti dari permainan ini adalah penjahat harus sembunyi terlebih dahulu dengan wilayah yang sudah di setujui sebelumnya,yaitu hanya boleh bersembunyi di wilayah RT kita saja.
Malem itu gue menjadi penjahat dan kita para penjahat mencoba mencari tempat persembunyian yang aman agar para polisi tidak bisa menangkap kita. Polisi memberikan waktu sekita 5 menit untuk kita bersembunyi. Jujur permainan ini butuh skill bersembunyi,berlari,dan bersabar kalau kita menjadi polisi dan penjahatnya nggak berhasil kita temuin(kesianamatbang). Permainan akan berhenti ketika penjahat sudah tertangkap semua atau polisi akan menyerah. Bisa berhenti juga kalau ada salah satu dari kita yang menangis,maklum bro masih pada SD gitu wkwk.
Oke permainan bener-bener dimulai,rekan-rekan penjahat gue udah mulia nyebar dan menemukan tempat persembunyian..lah gua?...gue masih berlari kecil sambil berfikir tempat yang aman untuk bersembunyi. Polisi mulai berpencar mencari para penjahat supaya cepat tertangkap,suara teriakannya pun mulai terdengar. Akhirnya gue menemukan tempat untuk bersembunyi. lo sembunyi dimana bang,atas pohon? jika kalian berfikir begitu itu sama saja kalian menyamakan gue dengan kuntilanak. Tapi mau sembunyi di mana lagi gue udah bingung so gue naik ke atas pohon belimbing punya tetangga gue yang blimbing nya mulai matang dan mengkode gue untuk memakannya. Gue sekarang udah berasa seperti kuntilblimbing,bukan kuntilanak.
Rekan-rekan gue entah dimana gue gak tau entah dia udah tertangkap polisi atau malah tertangkap massa. Lo tau kan kalo pohon blimbing enggak besar-besar amat ?? ... sumpah gue takut jatuh karena pohonnya yang tidak terlalu besar dan kuat untuk bocah yang naik di atasnya sambil makanin blimbing. Yaallah maafkan lah hamba yang sekarang sudah layak untuk di kejar dan di tangkap oleh polisi karena telah resmi menjadi penjahat setelah memakan blimbing matang yang berwarna kuning ini yaallah(amiinn)..hehhe..
Dari kejauhan terlihat dua polisi yang sedang mencari kami para penjahat. Setelah beberapa lama berjalan para polisi itu mulai mendekati pohon yang gue panjat. Gue pun mulai mengeluarkan jurus andalan dengan berdiam diri tidak banyak gerakan saat mereka lewat karena jika gue banyak bergerak blimbing lansia yang sudah tampak tidak pernah diambil oleh pemiliknya akan terjatuh ketika gue bergerak. Tapi namanya juga takdir,semut merah yang terkenal sangat kejam dengan kami para pemanjat pohon mulai menatap dengan tajam kearah gue dan memberi isayrat kepada teman-nya bahwa musuh telah mengganggu sarangnya.
Semut-semut tadi-tiba menghilang. Gue lihat kebawah ke arah para polisi yang ternyata sudah berada tepat di bawah pohon blimbing.
'ahhhh!' Teriak gue dengan pelan karena ternyata para semut mulai menusukan mulutnya yang tajam ke kaki gue. Gile ni semut beraninya dari belakang. Mau gimana lagi, gue pun bergerak dengan tersentak karena gigitan dari para semut tersebut. Dan tiba-tiba terdengar suara
'Plookkk' yak tul, itu adalah blimbing lansia yang ternyata sudah tidak kuat lagi bertahan hidup.
Para polisi hanya melihat blimbing yang jatuh dan melihat ke atas pohon dan tiba-tiba angin meniup kencang. Daun-daun pohon pun bergetar diiringi suara angin 'fhuuuuuusstt'
Walaupun mereka seorang polisi,tapikan cuman peran aslinya kan ya anak SD yang penakut. Mereka pun berlarian dan berteriak dengan kencang. Setelah mereka pergi gue pun turun dan berlari...sambil teriak juga. Gue takut juga bro yakalik masih SD juga gua wkwkw.
Setelah hampir satu jam kita bermain akhirnya permainan berhenti karena malam itu ada abang tukang bakso yang bernama PakYoga yang sudah berkeliling menjajakan dangangannya. Gue dan sahabat-sahabat gue pun membeli dan menyantap bakso secara bersama-sama.
Gue gak tau apakah permainan itu masih ada ato engga. Yang pasti permainan ini menyehatkan kita karena berlari-lari dan mengajarkan kepada kita untuk bersembunyi ketika ada orang yang ngejar-ngejar kamu padahal kamu gak salah apapun dan mungkin yang mengejar kita itu mempunyai niat jahat kepada kita. Permainan ini juga mengajarkan persahabatan kepada kita,karena kita akan penuh kesenangan dan kegembiraan saat bermain. Biasanya setelah bermain kita bercerita apa aja hal yang terjadi ketika kita bermain tadi. Dan itu sangat menyenangkan untuk diingat kembali.



0 comments:
Post a Comment