Setelah bertahun-tahun menunggu,pemiliknya tidak kunjung datang dan menjemput pulang anjing nya. Sang anjing akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di suatu jalan yang ada di stasiun tersebut. Hal itu membuktikan kepada kita,bahwa peliharaan dan pemilik mempunyai perasaan untuk saling menjaga satu sama lain dan tidak ingin kehilangan satu sama lain. Apakah gue punya peliharaaan ? .. Jawaban gue,dulu banyak.
Dari kecil gue mempunyai banyak sekali hewan peliharaan. Pernah gue memelihara seekor cicak yang pada saat itu masih imut dan banyak sekali. Dia gue kasih nama Felix. Kaki nya yang lengket membuat dia cukup nyaman dibawa. Dia gue beri kandang dan makan berupa laron setiap hari,kebetulan itu adalah musim hujan yang dimana lazimnya setelah hujan reda laron tampak banyak memasuki rumah dan mendekati lampu yang terang. Ngomong-ngomong soal laron,entah mengapa sekarang gue udah jarang banget menemui hewan tersebut. Entah masih atau tidak nya hewan tersebut gue gak tau. Yang pasti gue kangen banget sama hewan laron yang mengingatkan gue saat masa kecil.
Entah kalian tahu tidak gimana bentuknya laron tersebut,tapi gue kira kalian tau lah ya(iyakan?). Laron pada jaman dulu bisa kita makan,beneran deh tetangga gue pernah menggoreng laron tersebut dan menjadikannya peyek. Gue juga udah pernah nyobain dan itu...tidak enak. Mendingan kalian memakan peyek teri atau peyek kacang saja dari pada makan peyek laron. Back to topik... Felix yang malam itu terlihat lemas sekali langsung gue carikan laron di luar rumah. Diapun terlihat cukup lemas saat memakannya. Lalu gue keluarin dari kandangnya dan langsung mengeluarkannya. Pas gue keluarin tiba-tiba dia kabur dan gue kejar. Gue pegang buntutnya dan apa yang terjadi?,kalau kalian ngira ekornya putus,kalian benar sekali. Gue saat itu histeris melihat terputusnya ekor cicak tersebut dan merasa bersalah. Gue berfikir Felix akan kehabisan darah dan meninggal saat berhasil kabur tadi.
Karena merasa bersalah,gue pun tidak lagi ingin memelihara seekor cicak. Oiya entah kenapa sekarang gue juga jarang ngeliat cicak di ternit-ternit rumah.Semoga masih ada sampai sekarang.
Kepergian Felix membuat gue kembali ingin mempunyai hewan peliharaan. Sore itu gue sedang bermian di pohon dekat rumah. Gue melihat seekor bunglon yang sedang gagal berkamuflase di dahan pohon yang berwarna coklat. Gue pun langsung mengambil rafia dan menangkapnya. Entah bego atau kurang pinter,gue memlihara seekor bunglon liar yang cukup besar. Gue ikat badannya dengan menggunakan tali rafia di pohon.
Suatu siang setelah gue pulang dari sekolah,ternyata bunglon yang belum sempat gue beri nama itu hilang. Sampai sekarang gue gak tahu dimana sebenarnya dia menghilang. Felling gue sih bunglon tadi di lepaskan oleh dermawan yang tidak tega melihatnya terikat di pohon. Itu kali kedua gue gagal menjadi majikan yang baik bagi hewan peliharaan. Sore harinya gue berkumpul dengan teman-teman yang mengajak untuk mencari ikan-ikan kecil di sungai kecil yang ada di pinggir jalan. Kami turun dengan menggunakan jaring untuk mencari ikan-ikan kecil yang ada di sana. Setelah sekian lama,gue melihat ternyata di sana juga terdapat banyak kepiting kecil atau disebut sebagai yuyu. Gue berfikiran untuk menangkapnya dan membawanya kerumah.
Ada sekitar 10 sampai 15 yuyu yang gue bawa pulang dan berniat untuk memeliharanya dalam sebuah aquarium bekas ikan yang berbentuk kotak seperti kardus mie instan. Gue kasih air dan makan berupa nasi yang langsung gue masukin ke dalam aquarium tersebut. Pagi harinya gue mencium bau yang cukup menyengat yang berasal dari bawah meja. Tebakan gue betul,itu adalah bau yang berasal dari aquarium berisi belasan yuyu yang melayang-layang di permukaan. Nasi yang terlalu banyak tampak berada di bagian bawah dari aquarium. Air yang sudah berubah warna menjadi gelap menjadi pemandangan tersendiri. Baunya itu khas banget sob,sumpah kalau tidak percaya rasain sendiri aja..hmmmm....sedaaapppp...hehehe..
Di situ gue mulai sadar suatu hal,ada yang boleh dan layak kita pelihara dan ada yang tidak layak untuk kita pelihara. Jangan aneh-aneh kayak gue sob,kasian kan pada mati dan hilang semuanya. Bersyukurlah kepada kalian yang mempunyai hewan peliharaan yang setia dan layak untuk kita jaga. Jangan pelihara hewan yang di larang juga ya,misal melihara gajah sumatra..kan gak mungkin. Sampai sekarang gue belum mempunyai hewan peliharaan sebagai teman dalam kesepian dan kesedihan. Karena gue belum siap mempunyai tanggung jawab dalam merawat hewan peliharaan yang gue pelihara nanti. So,kalian kalau mau memelihara hewan juga harus siap dalam merawat dan menjaga hewan peliharaan kalian nanti,jadilah pemilik yang bertanggung jawab.



0 comments:
Post a Comment