Bencana alam memang tidak bisa kita tolak,siapa sangka itu akan terjadi sewaktu-waktu dimanapun dan kapanpun. Termasuk yang pernah terjadi di perumahan gue. Ada yang tau gak ? kalau kalian ngira ini adalah gempa bumi,anda salah. Kalau kalian ngira ini tsunami,itu salah. Dan yang benar adalah...(jeng..jeng..jennngg)... yak tul,angin ribut. Gue nyebut ini angin ribut karena kehadirannya selalu menuai keributan di antara para tetangga yang kesal karena rumah mereka menjadi rusak. Pohon-pohon tumbang menjadi pemandangan tersendiri setelah berakhirnya bencana angin ribut tersebut.
Sore itu sekitar pukul 3 sore,angin ribut melewati perumahan kami tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Gue keluar dan melihat seng-seng berterbangan,jemuran-jemuran beserta isinya berserakan karena di terjang angin ribut. Gue gak tau kemana sebenarnya angin ribut tersebut berasal dan akan menuju kemananya. Tapi yang namanya angin ribut mah terserah dia mau kemana juga,heheh.
Para warga pun hanya berharap-harap cemas agar rumahnya tidak dilewati oleh angin tersebut. Naas bagi polisi tetangga desa sebelah yang waktu itu sedang mengendari motor ingin mencari angin segar. Ternyata angin yang dinanti-nantikan olehnya datang juga,tapi kali ini beda. Yang dateng anginnya kesegaran. Ia pun terlanjur mengencangkan motornya dan apa yang terjadi ?. Kalau kalian kira dia akan jatuh di jalan,kalian salah.
Motor yang sudah tidak bisa di kendalikan lagi karena terganggu oleh terjangan angin,akhirnya mendarat menungkik ke bawah menuju ke sawah. Entah gimana ceritanya,ia bisa terperosok menyebrangi sungai menuju ke sawah(ngakaksob). Untung saja dia tidak terperosok ke dalam sungai karena jika ia mendarat di sungai ia akan mengalami sedikit(keknyabanyak) nyeri di bagian tubuhnya. Warga pun segera menolong polisi tersebut yang sedang mengenakan kaos abu-abu berlogo Polisi di dadanya. Gue sedikit bingung,itu kok dia masih sehat-sehat aja gak sakit ato gimana gitu. Bukannya apa-apa sob,tu polisi gak pakek helm soalnya(janganditiru) seolah-olah kepalanya itu keras banget sob sampe aman-aman aja tu.
'Gak papa mas?' Tanya salah satu sesepuh di desa sebelah yang ikut menolong dia
'Gak papa pak,tapi sandal saya kok hilang ya?' Tanya dia sambil kebingungan dan sedang membersihkan pakaiannya karena kotor terkena tanah di sawah tersebut. Setelah berhasil di evakuasi gue pun langsung menuju rumah kembali yang hanya berjarak 100 meter dari TKP. Oiya sob,waktu itu sekitar tahun 2010-an dan gue udah punya hape gitu yang mereknya kartu sim itu loh. Gue gak mau nyebutin sih cuman kata orang-orang namanya Fren jadul yang hanya bisa digunakan untuk telpon dan sms. Gue pun selalu membawanya dan mengecek hape selalu melihat apakah ada yang menghubungi atau tidak. Kontaknya lumayan..ada sekitar berapa ya itu...mmm..tiiigaa kalo gak salah wkwk.
Emang sob dulu itu jarang banget bocah yang udah nenteng hape buat berkomunikasi.
Waktu sudah menunjukan kan pukul setengah 5-an. Dan gue masih nongkrong di kali kecil sebelah rumah gue. Dan tiba-tiba.. dzetttt...dzetttt....dzeetttt.. hape gue bergetar,ada yang menelfon. Pas gue angkat di matiin sama dia,kamvret kan. Ekspektasi gue sangat tinggi waktu itu,gue udah mikir kalo yang nelfon adalah seorang cewek yang sedang jomblo dan ingin segera di pacari.
Setelah gue sms ke nomor itu,tidak ada balasan lagi dari dia. Hanya ada balasan dari entah dari siapa yang ngirim dan mengatakan bahwa pulsa gue tidak mencukupi. Gue saat itu gak tau apa arti dari sms tersebut karena pas mau gue bales tiba-tiba si Tama,sahabat gue dateng.
'Dam,lagi ngapain?' Tanya nya sambil senyum-senyum ga jelas
'Ini tadi ada yang nelfon,cuman gue gak tau dia sapa' Jawab gue.
Entah gue dulu bego atau kurang pinter,gue gak tanya sama dia apakah dia yang telfon gue karena dari awal dia dateng,itu senyumnya mengisyaratkan bahwa 'Mampus lo,gue kerjain!'.
Tapi apapun itu gue sampe sekarang masih belum tahu siapa yang sebenarnya menelfon gue sehabis terjadi bencana alam tersebut. Tapi bagusnya,itu adalah panggilan/telfon pertama yang gue trima pas make hape gue sendiri,bukan punya tetangga.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment