Di suatu tempat di Dunia ini, tinggallah sebuah
keluarga di suatu rumah sederhana jauh dari keramaian manusia modern. mereka
tinggal di suatu tempat yang masih sangat alami dengan sungai yang mengalir
jernih penuh dengan kehidupan disekitarnya. Pohon pohon tumbuh subur dengan
bunga bunga yang bermekaran di setiap musim seminya. Padang rumput nan hijau
sebagai lahan makanan bagi makhluk hidup, gunung gunung dan hutan tanda masih
berkuasanya alam disana.
Di keluarga sederhana tersebut
terdapat seorang anak. Ia biasa dipanggil Hebbers. Tidak ada sesuatu yang
sangat istimewa dari Hebbers. Ia hanya anak biasa yang dibesarkan tanpa alat
alat elektronik. Kehidupan keluarga Hebbers tergantung sepenuhnya dari apa yang
alam berikan. Akibatnya Hebbers memiliki hubungan yang erat dengan alam
disekitarnya. Dia sangat menyukai makhluk hidup lain terutama hewan. Layaknya
anak kecil pada umumnya, setiap hari dia bermain di halaman belakang rumahnya
dimana setiap hari Hebbers bertemu dengan sahabat sahabat hewannya. Bahkan seringkali
muncul hewan hewan buas dari hutan di dekat belakang rumahnya, namun orang tua
Hebbers tidak terlalu khawatir karena masih ada sungai yang membatasi antara
hutan dan rumah tempat tinggal Hebbers. Hebbers sangat suka bermain dengan
hewan hewan dibelakang rumahnya mulai dari serangga serangga kecil seperti
belalang, kupu kupu serta melihat burung burung yang sedang minum di pinggir
sungai atau saat musim dingin bahkan ada rusa yang berkeliaran dekat rumahnya.
Saat saat seperti itu adalah saat yang istimewa karena tidak setiap saat
kawanan rusa yang indah tersebut bias berada sangat dekat dengan rumah Hebbers.
Hebbers menganggap hewan hewan
disekitarnya seperti temannya sendiri. Tidak jarang Hebbers mengajak mereka
bicara, memberikan sebagian makanannya kepada teman teman hewannya itu. Bahkan
Hebbers sering diceramahi bapaknya karena sering melepaskan makan malam
keluarga mereka yang sudah susah payah ditangkap oleh bapaknya. Hebbers
memperlakukan hewan hewan disekiternya seakan akan mereka memiliki perasaan.
Hebbers sangat berharap mereka bisa saling berkomunikasi dan berbicara layaknya
manusia. Imajinasi anak kecilnya membuat dia terus berusaha untuk berkomunikasi
dengan teman temannya walaupun sangat tidak masuk akal bagi orang lain untuk
bisa berbicara atau mengerti bahasa hewan.
Hari demi hari terus dihabiskan Hebbers bersama
dengan teman teman belakang rumahnya. Sampai suatu saat Hebbers tumbuh cukup
dewasa untuk menyadari bahwa berbicara dengan hewan adalah hal yang tidak masuk
akal, akan tetapi rasa kasih sayangnya terhadap hewan hewan disekitarnya tidak
hilang begitu saja. Dia masih sering bermain dengan teman temannya itu.
Sampai suatu hari, saat Hebbers
bermain seperti biasa di belakang rumahnya, ia mendengar seseorang memanggil
namanya. “Hebbers ….. Hebbers…..” Hebbers pun masuk kerumah, “ada apa kau
memanggilku bu ??” Tanya Hebbers. “memangnya siapa yang memanggilmu” jawab
ibunya heran. Dengan wajah kebingungan
Hebbers pun kembali ke halaman belakang rumahnya, ia merasa benar benar
ada yang memanggil namanya tadi. “Hebbers….. disini….” Suara tersebut terdengar
lagi, Hebbers menyadari suara tersebut bahkan tidak berasal dari rumahnya.
Hebbers melihat sekelilingnya, ternyata ada seekor rusa di dekat sana, tidak
biasanya muncul rusa di musim musim seperti ini. Tanpa pikiri panjang langsung
saja Hebbers mencoba mendekati rusa tersebut. Awalnya tidak terjadi apa apa
dengan rusa tersebut, dia berusara seperti biasa, bahkan dia tidak mencoba
untuk lari menjauhi Hebbers. Langsung saja Hebbers mencoba dengan penuh harapan
untuk berbicara dengan rusa tersebut. “hai rusa, apa kau bisa mengucapkan
sesuatu ?” Tanya Hebbers. “Sesuatu ?” rusa tersebut menjawab Hebbers dengan
bahasa manusia, langsung saja Hebbers terkaget, ia merasa seakan akan mimpinya
dahulu terwujud, dia akhirnya bisa berbicara dengan hewan. “apakah kau benar
benar bisa berbicara denganku rusa ?” Tanya Hebbers dengan kegirangan seakan
akan masih tidak percaya bahwa rusa tersebut benar benar berbicara. “ya
Hebbers, aku sedang berbicara denganmu” jawab rusa tersebut berusaha untuk
meyakinkan Hebbers. Hebbers sangat senang sekali seperti ingin meledak,
ternyata usaha Hebbers selama ini tidak sia sia. Rusa tersebut menjelaskan
bahwa sebenarnya semua hewan yang ada di bumi ini bisa berbicara dan bahkan
bisa berpikir seperti manusia. Hebbers tidak percaya dengan apa yang
dialaminya, ia seperti sedang berada di negeri dongeng. Rusa tersebut seakan
membuat panggilan kepada hewan lain. Langsung saja Hebbers bisa mendengar suara
semua hewan berbicara menggunakan bahasa manusia. Rusa menjelaskan kepada
Hebbers bahwa sebenarnya semua hewan bisa saja berbicara dengan manusia namun
ditakutkan manusia yang serakah justru menyalahgunakannya oleh karena itu para
hewan menunnggu seorang anak adam yang benar benar bisa dipercaya oleh bangsa
hewan. Bangsa hewan berharap kepada kepada Hebbers bahwa nantinya Hebbers bisa
meyakinkan semua umat manusia bahwa mereka harus memperlakukan hewan hewan
selayaknya makhluk hidup.
Hebbers pun segera kembali
kerumahnya dan menceritakan semua kejadian tersebut kepada orang tuanya.
“umurmu sudah 10 tahun Hebbers, berhentilah berkhayal seperti anak anak” bantah
orang tua Hebbers, mereka menganggap Hebbers hanyal sedang berimajinasi.
Hebbers merasa kesal dengan hal tersebut, namun dia sadar di umurnya yang masih
muda tidak mungkin dia mampu menjelaskan semua hal yang terjadi kepada orang
lain, terlebih lagi orang dewasa. Hebbers akhirnya hanya pasrah dan harus
menunngu dirinya tumbuh dewasa.
Setiap hari, seperti biasa Hebbers
bermain dengan teman teman belakang rumahnya, namun kali ini tidak hanya
sekedar bermain, Hebbers juga berlatih untuk bekerja sama bersama dengan semua
hewan. Dia belajar untuk menunggangi rusa, membentuk pasukan semut yang sangat
kuat, berselancar di air dengan bantuan ikan hingga terbang dengan memanfaatkan
sekelompok burung dan masih banyak lagi hal hal yang ia latih bersama dengan
teman temannya. Semua latihan tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan orang lain
bahwa Hebbers benar benar berinteraksi dengan mereka.
Hebbers tumbuh dari hanya seorang
anak kecil yang menyukai binatang sampai ia bahkan menjadi kepercayaan bangsa
hewan untuk menjadi pemimpin alpha mereka. Latihan Hebbers selama ini
membuatnya semakin siap untuk melaksanakan tugas sebenarnya. Ia tumbuh menjadi
seorang pemuda yang sangat kuat ditambah dengan teman teman hewannya.
Akhirnya Hebbers menjadi cukup yakin
untuk bisa meyakinkan orang lain bahwa binatang juga punya perasaan layaknya
manusia dan bahkan bisa berbicara seperti manusia. Awalnya dia datang kepada
orang tuanya dengan menunnggangi rusa kesayangannya. Awalnya orang tua Hebbers
tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Namun ketika Hebbers dibantu dengan
rusa kesayangannya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, akhirnya mereka pun
percaya kepada Hebbers. Saat itu juga Hebbers berpamitan kepada orang tuanya
untuk menjalankan tugasnya. Hebbers pun pergi dari rumahnya untuk menjalankan
tugasnya memberitahu seluruh umat manusia.
Hebbers berkelana dengan teman teman
hewannya dari satu tempat ke tempat lain. Berita tersebut lama kelamaan
berkembang dan terus menyebar ke seluruh dunia. Dengan hasil latihannya bersama
dengan teman teman hewannya, Hebbers berhasil meyakinkan manusia manusia lain
untuk memperlakukan binatang selayaknya makhluk hidup dan bahkan seperti
manusia.
Namun perjalanan Hebbers tidak
berjalan mulus begitu saja. Seiring dengan berkembangnya berita Hebbers, muncul
pula manusia manusia yang sangat kesal dengan Hebbers. Mereka yaitu orang orang
yang pernah terlibat konflik dengan binatang, mulai dari yang sangat benci
dengan serangga, ular, katak, kambing dan lainnya bahkan karena beberapa teman
dan saudara mereka pernah terbunuh akibat ulah binatang. Tak satupun dari
mereka menyukai Hebbers dan teman teman hewannya. Merekapun membentuk
organisasi untuk memrangi Hebbers dan hewan hewan. Tak tanggung tanggung,
mereka juga membuat berbagai macam senjata untuk memusnahkan hewan hewan di
dunia ini.
Akibatnya terbentuklah dua kelompok
besar di yang saling bermusuhan, kelompok Hebbers dan kelompok anti Hebbers.
Disinilah kemampuan Hebbers selama ini benar benar diuji.
Kedua kelompok saling memersiapkan
diri untuk menghadapi perang besar ini. Hebbers melatih orang orang untuk
bekerja sama dengan hewan dan membentuk pasukan pasukan yang sangat kuat.
Begitu juga dengan kelompok anti Hebbers, mereka terus membuat senjata untuk
memusnahkan hewan hewan pengikut Hebbers.
Akhirnya hari puncak konflik antara
dua kelompok ini tiba, pasukan Hebbers yang dipimpin Hebbers dan rusa kesayangannya
beserta seluruh bangsa hewan berperang melawan kelompok anti Hebbers. Hebbers
beserta pasukan pasukan hewannya memberikan perlawanan yang sangat sengit
terhadap manusia manusia pembenci hewan. Hewan hewan buas seperti Beruang,
singa, burung, bahkan pasukan semut membuat lawan sangat kesusahan. Namun tidak
sedikit juga pasukan Hebbers yang mati. Salah satunya yaitu rusa kesayangan
Hebbers. Hebbers sangat sedih karena kematian rusa kesayangannya. Akhirnya
dengan pertarungan yang sangat sengit, pasukan Hebbers berhasil memenangkan
peperangan tersebut.
Peperangan tersebut telah merubah
dunia, saat ini semua makhluk hidup hidup berdampingan/ antara manusia dengan
hewan tidak ada lagi perbedaan perlakuan. Manusia dan hewan saling membantu
pekerjaan, tidak ada lagi kata kata hewan buas ataupun hewan mematikan. Begitu
juga halnya dengan manusia. Banyak perlombaan perlombaan yang melibatkan
kerjasama antara manusia dan hewan.
Hebbers telah berhasil membuat manusia sadar untuk
tidak memandang rendah makhluk lain, saat ini dunia sudah menjadi lebih baik,
manusia dan hewan saling membantu satu sama lain, hidup berdampingan dan saling
berkomunikasi persis seperti apa yang ada pada imajinasi masa kecil Hebbers.



0 comments:
Post a Comment