Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Sunday, October 30, 2016

Cerpen Bahasa Indonesia - Angsa Putih

Dimusim semi tahun 1930 seorang pria membeli mercusuar tua dan kosong.Mercusuar itu berdiri di mulut sungai dan di tengah tanah rawa. Itu adalah tempat yang liar dan sepi,dimana tidak ada orang yang tinggal,dan satu-satunya suara dibuat oleh burung-burung yang membangun rumah mereka disana.
            Pria itu bernama philips dia adalah pria muda yang tidak bisa bersosialisasi,punggungnya bungkuk dan tangan kirinya kecil dan bengkok. Dia berumur 27 tahun ketika dia membeli mercusuar dan tinggal disitu. Dia sudah tinggal di banyak tempat sebelum datang kesana. Dia sudah berusaha keras mencari teman dengan orang-orang yang telah dia temui,tapi mereka memalingkan mata mereka menjauh ketika mereka melihatnya apabila mereka sudah mencoba untuk mengenalinya dai lebih baik mereka akan menemukan bahwa dia adalah lelaki yang lemah lembut dan baik hati . Dia mencintai semua hal yang hidup 
            Philips suka tanah raawa,dia melihat burung-burung dan melukis gambar mereka. Sering kali dia berlayar naik dan turun sungai. Dia dapat melayarkan sebuah prahu dengan baik. Saat sedeng sangat berangin,dia menggunakan giginya untuk memegang tali daripada menggunakan tangan kirinya yang lemah.
            Suatu saing seorang perempuan bernama fritha datang kerumahnya.  Saat itu bulan november dan philips sudah tinggal di mercusuar selama 3 tahun. Dia berumur 12 tahun,dia mempunyai rambut berwarna kuning langsatdan mata biru. Saat mengetuk pintu dai di penuhi dengan ketakutan. Dia pernah mendengar sebuah cerita aneh tentang seorang pria yang tinggal di mercusuar. Tapi dia datang karena suatu alasan. Disalah satu cerita tentang dia,orang-rang didesanya berkata bahwa pria yang sendirian ini dapat membuat burung yang terluka dan sakit menjadi lebih baik.
            Dia mengetuk pintu. Perlahan pintu itu terbuka. Saat ia melihat philips,dia hampir lari. Tetapi saat ia berkata ,suaranya sangat lembut.
            “Apa yang kamu inginkan,gadis kecil?” tanyanya dengan lembut
            Dia menjulurkan lengannya yang memegang seekor burung putih yang besar.
            Itu adalah angsa muda yang putih yang sudah terbang dari Kanada. Disana terdapat tetesan darah di bulunya dan di depan pakaiannya . ia memberi burung itu kepadanya
            “Saya menemukannya” katanya dengan sangat pelan sehingga dia sangat sulit mendengarnya.
            “Angsa ini sakit,bisakah membuatnya lebih baik?”
            “Yaya,aku kan mencobanya” katanya
            Philips meletakan angsa itu di meja dan mulai mengobati bagian dari sayap yang terluka.
            “Angsa itu telah tertembak, hal yang menyedihkan” katanya.”Tapi dimusim semi,ia akan bisa terbang lagi”.
            Sementara dia bekerja,sigadis berdiri melihat dengan melotot. Ketika pria itu selesai,ia berkata”Mari panggil dia si putri yang hilang.”
            Angsa putih sembuh dengan sangat cepat. Fritha sering berjalan ke mercusuar untuk bertemu sang putri. Setiap kunjungannnya rasa takut kepada philips makin berkurang dan berkuarng.
            Lalu suatu pagi di bulan juni, sang putri meninggalkan mereka. Fritha sedang berada di mercusuar saat itu
            “Lihat! Apakah ia meninggalkan kita?” ia berteriak ke philips.
            “ya,sang putri akan pulang kerumah” si pria menjaawab dengan perlahan.
            “dengar dia mengucapkan selamat tinggal.”
            Fritha tidak datang ke mercusuar setelah angsa pergi. Philips sekali lagi sendirian ditanah rawa.
            Saat bulan oktober datang lagi. Suatu hari sebuah hal yang luar biasa terjadi.tiba-tiba philip mendengar suara dari ketinggian,panggilan jelas dari seekor burung. Ia memalingkan kepalanya dan melihat kelangit apa yang ia lihat membuat matanya berlinang air mata,itu adalah sang putri yang hilang.
            Sesekali philips memikirkan fritha,dia tahu bahwa ia harus di beritahu. Jadi dia pergi ke desa dan meninggalkan sebuah pesan di kantor pos.
            3 hari kemudian,fritha datang ke mercusuar. Dia menjadi lebih tinggi. Dia berdiri dipintu,rambut kuning langsatnya teriup angin.
            Beberapa tahun telah berlalu. Angsa putih datang dan pergi. Saat si angsa sedang ada di mercusuar,fritha sering mengunjungi philips. Dai belajar banyak hal dari philips. Dia mengajarkan semua tentang burung liar,kadang-kadag ia memasak untuk nya.
            Tapi saat angsa putih pergi di musim panas,fritha tidak datang ke mercusuar,dengan alaasn dia tidak merasa bahwa dia dapat mengunjungi philips,saat siangsa tidak berada disana.
            Suatu pagi di musim semi tahun 1940 philips dan fritha berdiri melihat si angsa putuih sedang terbang. Mereka mengira bahawa siangsa akan terbang menjauh. Tapi setelah berputar beberapa kal,siangsa mendarat kembali di rawa-rawa.
            “dia akan tinggal”kata philips.
            “dia tidak akan pernah terbang jauh lagi”
            “Sang putri yang hilang sekarang tidak hilang lagi. Ini adalah rumahnya dan ia memutuskan untuk tinggal.”
            Seperti saat dia berkata,philips berpikir: “ fritha seperti si angsa putih. Dia juga akaj  tinggal di mercusuar.” Dia sekarang adalah seorang wanita muda. Berpaling dan menatapnya,si pria tahu ia mencintainya. Tapi kata-kata yang ingin dia ungkapkan hanya tersimpan di hatinya. Ia hanya tersenyum seakan-akan tidak ada yang terjadi didalamnya.
            Fritha melihat senyum yang lemah lembut,sedih diwajah pria itu,yang membuat perasaanya tidak bahagia. Ia tidak tahu apa yang akan dia katakan. Akhirnya ia berkata, “aku harus pergi. Akan senang sang putri tinggal. Sekarang kamu tidak akan kesepian. Selamat tinggal .“
            Fritha tidak datang ke mercusuar selama 3 minggu. Suatu hari,ia ingin apakah si angsa putih benar-benar tinggal. Menjelang malam ,ia datang ke mercusuar. Ia melihat cahaya kuning tepat dimana philips menyimpan perahunya. Dia buru-buru turn kesungai. Perahunya bergerak perlahan dari tepi ketepi. Philips meletakn air minum,makanan,pakaian,dan layar lainnya di perahu.
            “Philips! Apakah kamu akan pergi?” ia bertanya.
            Sementara ia bicara ia melihat kegembiraan dari mata pria itu. Terlihat seperti seseorang yang memiliki pekerjaan penting yang harus dilakukan.
            “Fritha! Aku senang kau datang” katanya.“Ya,aku harus pergi.”
            “Kemana kau harus pergi?” katanya.
            Kemudian ia menjelaskan. Pria itu menceritakan tentang dunkirk,yang mana adalah sebuah kota pinggir laut; tentara-tentara inggris masih tejebak dipantai dunkirk. Dunkirk kebakaran dan mereka tidak punya harapan untuk di selamatkan. Di radio pemerintah di London dia menyuruh mereka yang memiliki perahu untuk menyebarngi terusan. Pemerintah ingin mereka untuk membawa pulang sebanyak mungkin tentara dari pantai.
            “Saya akan menyebrangi teruasan dalam prahu saya ,Fritha.” Dia berkata.
            “Philips, haruskah kau pergi?, kau tidak akan kembali!”dia menangis.
            Dengan senyum yang lembut dia berkata,”Para tentara seperti si angsa yang telah kita rawat. Banyak dari mereka yng terluka,seperti sang putri.” Fritha menatapnya. Dia terlihat berbeda. Sekarang fritha tidak takut padanya sama sekali. Tiba-tiba dia menangis,” aku akan ikut denganmu.
Dia menggelengkan kepalanya. “Jika kau ikut kau akan mengambil tempat untuk tentara di dalam perahu. Aku harus pergi sendiri.”
            Sekarang suah malam. Dalam cahaya bulan,dia melihat perahunya berlayar keluar lautan. Tiba-tiba disana terdengar sebuah suara kepakan sayap dalam kegelapan dibelakangnnya saat ia melihat ke atas,dia dapat melihat siangsa putih terbang di langit malam. Si angsa putih pergi di sekeliling mercusuar sesekali dan ia terbang menuju laut setelah prahu kecil.
            Suatu malam,saat Fritha sedang berdiri di dekat mercusuar,dia mendengar panggilan dari siangsa putih. Dia berlari kelaut dan melihat ke langit. Ketika dia melihat sai angsa putih,dia melihat kehilir sungai yang menuju  kelaut. Disana tidak ada perahu yang sedang berlayar. Si angsa putih itu sendirian. Saat itu Fritha tahu dia tidak akan melihat philips lagi.
            Air mata memenuhi matanya,saat ia melihat angsa putih,dia mengira bahwa  ia dapat mendengar suara philips memangglilnya:”Fritha sayangku. Selamat tinggal sayang.
            “Aku cinta padamu philips,” Fritha berteriak ke dirinya sendiri.

            Dalam beberapa menit,Fritha mengira bahwa si angsa putih pergi ke daratan di tanah rawa. Tapi, setelah turun sesaat,dia terbang lagi ke angkasa. Dia mengelilingi mercusuar 1 kali,dan kemudian terbang makin tinggi kelangit saat Fritha melihat si angsa putih ,dia tidak melihatnya sebagai seekor angsa. Dia melihatnya seperti jiwa dari Philips, datang padanya dan mengucapkan selamt tinggal asebelum menghilang selamanya dia meregangkan tangannya kelangit sambil menangis: “Selamat tinggal philips,selamat tinggal!”

0 comments:

Post a Comment