Dimusim semi tahun 1930 seorang
pria membeli mercusuar tua dan kosong.Mercusuar itu berdiri di mulut sungai dan
di tengah tanah rawa. Itu adalah tempat yang liar dan sepi,dimana tidak ada
orang yang tinggal,dan satu-satunya suara dibuat oleh burung-burung yang
membangun rumah mereka disana.
Pria itu bernama philips dia adalah pria muda yang tidak
bisa bersosialisasi,punggungnya bungkuk dan tangan kirinya kecil dan bengkok.
Dia berumur 27 tahun ketika dia membeli mercusuar dan tinggal disitu. Dia sudah
tinggal di banyak tempat sebelum datang kesana. Dia sudah berusaha keras
mencari teman dengan orang-orang yang telah dia temui,tapi mereka memalingkan
mata mereka menjauh ketika mereka melihatnya apabila mereka sudah mencoba untuk
mengenalinya dai lebih baik mereka akan menemukan bahwa dia adalah lelaki yang
lemah lembut dan baik hati . Dia mencintai semua hal yang hidup
Philips suka tanah raawa,dia melihat burung-burung dan
melukis gambar mereka. Sering kali dia berlayar naik dan turun sungai. Dia
dapat melayarkan sebuah prahu dengan baik. Saat sedeng sangat berangin,dia
menggunakan giginya untuk memegang tali daripada menggunakan tangan kirinya
yang lemah.
Suatu saing seorang perempuan bernama fritha datang
kerumahnya. Saat itu bulan november dan
philips sudah tinggal di mercusuar selama 3 tahun. Dia berumur 12 tahun,dia
mempunyai rambut berwarna kuning langsatdan mata biru. Saat mengetuk pintu dai
di penuhi dengan ketakutan. Dia pernah mendengar sebuah cerita aneh tentang
seorang pria yang tinggal di mercusuar. Tapi dia datang karena suatu alasan. Disalah
satu cerita tentang dia,orang-rang didesanya berkata bahwa pria yang sendirian
ini dapat membuat burung yang terluka dan sakit menjadi lebih baik.
Dia mengetuk pintu. Perlahan pintu itu terbuka. Saat ia
melihat philips,dia hampir lari. Tetapi saat ia berkata ,suaranya sangat
lembut.
“Apa yang kamu inginkan,gadis kecil?” tanyanya dengan
lembut
Dia menjulurkan lengannya yang memegang seekor burung
putih yang besar.
Itu adalah angsa muda yang putih yang sudah terbang dari
Kanada. Disana terdapat tetesan darah di bulunya dan di depan pakaiannya . ia
memberi burung itu kepadanya
“Saya menemukannya” katanya dengan sangat pelan sehingga
dia sangat sulit mendengarnya.
“Angsa ini sakit,bisakah membuatnya lebih baik?”
“Yaya,aku kan mencobanya” katanya
Philips meletakan angsa itu di meja dan mulai mengobati
bagian dari sayap yang terluka.
“Angsa
itu telah tertembak, hal yang menyedihkan” katanya.”Tapi dimusim semi,ia akan
bisa terbang lagi”.
Sementara
dia bekerja,sigadis berdiri melihat dengan melotot. Ketika pria itu selesai,ia
berkata”Mari panggil dia si putri yang hilang.”
Angsa
putih sembuh dengan sangat cepat. Fritha sering berjalan ke mercusuar untuk
bertemu sang putri. Setiap kunjungannnya rasa takut kepada philips makin
berkurang dan berkuarng.
Lalu
suatu pagi di bulan juni, sang putri meninggalkan mereka. Fritha sedang berada
di mercusuar saat itu
“Lihat!
Apakah ia meninggalkan kita?” ia berteriak ke philips.
“ya,sang
putri akan pulang kerumah” si pria menjaawab dengan perlahan.
“dengar
dia mengucapkan selamat tinggal.”
Fritha
tidak datang ke mercusuar setelah angsa pergi. Philips sekali lagi sendirian
ditanah rawa.
Saat
bulan oktober datang lagi. Suatu hari sebuah hal yang luar biasa
terjadi.tiba-tiba philip mendengar suara dari ketinggian,panggilan jelas dari
seekor burung. Ia memalingkan kepalanya dan melihat kelangit apa yang ia lihat
membuat matanya berlinang air mata,itu adalah sang putri yang hilang.
Sesekali
philips memikirkan fritha,dia tahu bahwa ia harus di beritahu. Jadi dia pergi
ke desa dan meninggalkan sebuah pesan di kantor pos.
3 hari
kemudian,fritha datang ke mercusuar. Dia menjadi lebih tinggi. Dia berdiri
dipintu,rambut kuning langsatnya teriup angin.
Beberapa
tahun telah berlalu. Angsa putih datang dan pergi. Saat si angsa sedang ada di
mercusuar,fritha sering mengunjungi philips. Dai belajar banyak hal dari
philips. Dia mengajarkan semua tentang burung liar,kadang-kadag ia memasak
untuk nya.
Tapi
saat angsa putih pergi di musim panas,fritha tidak datang ke mercusuar,dengan
alaasn dia tidak merasa bahwa dia dapat mengunjungi philips,saat siangsa tidak
berada disana.
Suatu
pagi di musim semi tahun 1940 philips dan fritha berdiri melihat si angsa
putuih sedang terbang. Mereka mengira bahawa siangsa akan terbang menjauh. Tapi
setelah berputar beberapa kal,siangsa mendarat kembali di rawa-rawa.
“dia
akan tinggal”kata philips.
“dia
tidak akan pernah terbang jauh lagi”
“Sang
putri yang hilang sekarang tidak hilang lagi. Ini adalah rumahnya dan ia
memutuskan untuk tinggal.”
Seperti
saat dia berkata,philips berpikir: “ fritha seperti si angsa putih. Dia juga
akaj tinggal di mercusuar.” Dia sekarang
adalah seorang wanita muda. Berpaling dan menatapnya,si pria tahu ia
mencintainya. Tapi kata-kata yang ingin dia ungkapkan hanya tersimpan di
hatinya. Ia hanya tersenyum seakan-akan tidak ada yang terjadi didalamnya.
Fritha
melihat senyum yang lemah lembut,sedih diwajah pria itu,yang membuat perasaanya
tidak bahagia. Ia tidak tahu apa yang akan dia katakan. Akhirnya ia berkata,
“aku harus pergi. Akan senang sang putri tinggal. Sekarang kamu tidak akan
kesepian. Selamat tinggal .“
Fritha
tidak datang ke mercusuar selama 3 minggu. Suatu hari,ia ingin apakah si angsa
putih benar-benar tinggal. Menjelang malam ,ia datang ke mercusuar. Ia melihat
cahaya kuning tepat dimana philips menyimpan perahunya. Dia buru-buru turn
kesungai. Perahunya bergerak perlahan dari tepi ketepi. Philips meletakn air
minum,makanan,pakaian,dan layar lainnya di perahu.
“Philips!
Apakah kamu akan pergi?” ia bertanya.
Sementara
ia bicara ia melihat kegembiraan dari mata pria itu. Terlihat seperti seseorang
yang memiliki pekerjaan penting yang harus dilakukan.
“Fritha!
Aku senang kau datang” katanya.“Ya,aku harus pergi.”
“Kemana
kau harus pergi?” katanya.
Kemudian
ia menjelaskan. Pria itu menceritakan tentang dunkirk,yang mana adalah sebuah
kota pinggir laut; tentara-tentara inggris masih tejebak dipantai dunkirk.
Dunkirk kebakaran dan mereka tidak punya harapan untuk di selamatkan. Di radio
pemerintah di London dia menyuruh mereka yang memiliki perahu untuk menyebarngi
terusan. Pemerintah ingin mereka untuk membawa pulang sebanyak mungkin tentara
dari pantai.
“Saya
akan menyebrangi teruasan dalam prahu saya ,Fritha.” Dia berkata.
“Philips,
haruskah kau pergi?, kau tidak akan kembali!”dia menangis.
Dengan
senyum yang lembut dia berkata,”Para tentara seperti si angsa yang telah kita
rawat. Banyak dari mereka yng terluka,seperti sang putri.” Fritha menatapnya.
Dia terlihat berbeda. Sekarang fritha tidak takut padanya sama sekali.
Tiba-tiba dia menangis,” aku akan ikut denganmu.
Dia menggelengkan kepalanya. “Jika kau ikut kau akan
mengambil tempat untuk tentara di dalam perahu. Aku harus pergi sendiri.”
Sekarang
suah malam. Dalam cahaya bulan,dia melihat perahunya berlayar keluar lautan.
Tiba-tiba disana terdengar sebuah suara kepakan sayap dalam kegelapan
dibelakangnnya saat ia melihat ke atas,dia dapat melihat siangsa putih terbang
di langit malam. Si angsa putih pergi di sekeliling mercusuar sesekali dan ia
terbang menuju laut setelah prahu kecil.
Suatu
malam,saat Fritha sedang berdiri di dekat mercusuar,dia mendengar panggilan
dari siangsa putih. Dia berlari kelaut dan melihat ke langit. Ketika dia
melihat sai angsa putih,dia melihat kehilir sungai yang menuju kelaut. Disana tidak ada perahu yang sedang
berlayar. Si angsa putih itu sendirian. Saat itu Fritha tahu dia tidak akan
melihat philips lagi.
Air mata
memenuhi matanya,saat ia melihat angsa putih,dia mengira bahwa ia dapat mendengar suara philips memangglilnya:”Fritha
sayangku. Selamat tinggal sayang.
“Aku
cinta padamu philips,” Fritha berteriak ke dirinya sendiri.
Dalam
beberapa menit,Fritha mengira bahwa si angsa putih pergi ke daratan di tanah
rawa. Tapi, setelah turun sesaat,dia terbang lagi ke angkasa. Dia mengelilingi
mercusuar 1 kali,dan kemudian terbang makin tinggi kelangit saat Fritha melihat
si angsa putih ,dia tidak melihatnya sebagai seekor angsa. Dia melihatnya
seperti jiwa dari Philips, datang padanya dan mengucapkan selamt tinggal asebelum
menghilang selamanya dia meregangkan tangannya kelangit sambil menangis:
“Selamat tinggal philips,selamat tinggal!”



0 comments:
Post a Comment