Di Indonesia terdapat banyak candi yang cukup megah.
Candi merupakan peninggalan jaman Hindu-Buddha. Candi digunakan untuk tempat
pemujaan dan juga untuk tempat wisata. Candi di Indonesia banyak ditemukan di
Yogyakata lebih tepatnya di lembah Prambanan atau daerah sekitar prambanan. Candi
yang terdapat di daerah lembah prambanan memiliki ciri bangunan yang bahan
dasarnya adalah batu adesit, ini dikarenankan letak lembah prambanan dibawah
gunung Merapi, yang pada saat meletus mengeluarkan batu-batuan dan material
lain, kemungkinan ini yang menyebabkan candi di sekitar lembah Prambanan
menggunakan batu adesit, salah satu contohnya candi Barong.
Candi
Barong merupakan candi hindu yang berada di atas bukit batur agung . candi
Barong diketahui berdasarkan catatan Belanda, yang disusun dalam ROD tahun
1915. Dalam catatan Belanda tersebut Candi Barong disebut dengan nama “Candi
Sari Sorogedug”. Oleh masyarakat
setempat Candi Sari Sorogedug lebih lazim disebut sebagai Candi Barong,
karena terdapat hiasan atau dekorasi barongan. Situs Candi barong memiliki
pemandangan yang indah, bahkan dapat melihat seluruh kota Yogyakarta dari Candi
Barong, ini dikarenakan Candi Barong menghadap ke arah barat. Candi Baong saat
ini masih jarang di kunjungi, olehkarena itu Candi Barong masih sangat sunyi,
dan suasana ini di manfaatkan oleh beberapa orang untuk sekedar mengabadikan
pemandangan ataupun menikmati pemandangan kota Yogyakarta dari atas. Selain
Candi Barong ada juga Situs Ratu Boko.
Situs
Ratu Boko merupakan salah satu situs pemukiman masa klasik di Jawa. Tinggalan
yang ada di Situs Ratu Boko bervareasi antara lain gapura, batur, talut, kolam,
dan goa. Situs Ratu Boko merupakan peninggalan yang bercorak Hinduisme dan
Buddhisme. Situs Ratu Boko memiliki luas 25 hektar. Situs Ratu Boko dapat
dikelompokan menjadi beberapa bagian. Yang pertama kelompok Gapura Utam,
terletakdi sebelah sebelah barat yang terdiri atas gugusan Gapura Utama I dan
II, talud, pagar, candi pembakaran, dan sisa-sisa reruntuhan. Yang kedua
kelompok Paseban, terdiri atas dua buah batur paseban, talud, dan pagar paseban
termasuk gapura dan beberapa umpak batu. Yang ketiga Kelompok Keputren, berada
di halaman yang lebih rendah, terjadi atas dua buah batur, kolam segi empat,
pagar, dan gapura. Yang keempat Kelompok Pendapa, terjadi atas batur pendapa
dan pringgitan yang dikelilingi pagar batu dengan tiga gapura sebagai pintu
masuk, candi miniatur yang dikelilingi teras-teras segi empat, beberapa kolam
penampungan air yang dikelilingi pagar lengkap dengan gapuranya dan struktur
talud yang diberi pagardibadian atasnya. Yang kelima kelompok Goa, terdiri atas
Goa Lanang, Goa Wadon, bak tandon air, dan tangga batu cadas alam. Situs Ratu
Boko terletak di atas bukit yang cukup tinggi. Dari Situs Ratu Boko kita dapat
melihat candi prambanan dan gunung merapi yang indah, terlebih pada saat malam
hari candi Prambanan sangat indah karena cahaya-cahaya yang menyinari candi
Prambanan. Selain Situs Ratu Boko terdapat juga candi Banyunibo.
Candi
Banyunibo merupakan candi yang bercorak Buddha. Candi Banyunibo terdiri dari 1
buah bangunan induk dan 6 buah candi perwara, yang terdiri dari 3 candi perwara
selatan dan 3 candi perwara timur. Candi Banyunibo menghadap ke arah barat.
Candi Banyunibo merupakan candi yang indah dan berada di sekitar persawahan
yang masih asri. Candi Banyunibo masih belum banyak yang mengetahui, sehingga
disana masih sangat sepi dan sunyi, sehingga cocok untuk menabadikan candi dari
sisi manapun. Candi Banyunibo adalah candi yang memiliki lantai di halaman dan
sekeliling candi. Selain Candi Banyunibo ada juga Candi Dawangsari.
Candi
Dawangsari merupakan peninggalan yang bercorak Buddha. Candi Dawangsari terdri
dari tiga tingkat susunan, batur teras pertama, batur teras kedua, dan batur
teras ketiga. Candi Dawangsari saat ini masih berbentuk reruntuhan yang masih
dalam pencobaan pembangunan, candi ini memang masih reruntuhan namun candi ini
berada disekitar hutan yang rimbun dan masih asri.
Ternyata
di daerah lembah Prambanan memiliki bayak candi yang indah dan masih asri
tempatnya, namun candi-candi dan situs ini tidakaan bertahan lama keindahanya
jika tidak ada kerjasama dari masyarakat, dan kurangnya kesadaran dari
masyarakat tentang pentingnya menjaga peninggalan nenek moyang bangsa indonesia,
dan peninggalan ini bisa dimanfaatkan untuk menarik turis mancanegara untuk
datang.



0 comments:
Post a Comment